PATI, Beritajateng.id – Genangan rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, selama kurang lebih dua bulan terakhir mengakibatkan kerugian bagi warga setempat. Selain merendam rumah, rob juga merusak fasilitas tambak ikan hingga 80 hektar.
Salah satu petani tambak desa setempat, Agus Subekti, menuturkan 80 hektar tambak ikan yang terendam rob itu sudah tidak bisa dikelola. Kondisi ini membuat para petani kehilangan hasil budidaya ikan yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama mereka.
Ia memperkirakan total kerugian para petani bahkan mencapai Rp60 miliar. Kerugian tersebut berasal dari hilangnya hasil panen, rusaknya sarana tambak, hingga terhentinya aktivitas produksi selama berbulan-bulan.
“Kerugian yang dialami petani tambak akibat banjir rob ini ada mencapai Rp60 miliar untuk 80 hektar. Kami sangat lumpuh, kemarin aja ngisi tambak ini pinjam utang di bank sekarang sudah tenggelam semua habis banyak biaya, ” kata dia, Rabu, 24 Juni 2026.
Pihaknya pun meminta agar ada perhatian dan solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi rob di wilayah tersebut.
“Saya memohon kepada Bapak Presiden, saya tidak meminta kemewahan, atau apapun pelayanan. Tapi saya mohon peduli untuk dicek langsung bagaimana keadaaan kami sudah 2 tahun rob ini melanda, rumah dan ikan-ikan tenggelam,” harapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















