PATI, Beritajateng.id – Warga terdampak banjir di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Pati, mulai terserang penyakit seperti demam, mual, pusing, hingga gatal-gatal. Diketahui, banjir ini telah menggenangi lingkungan warga setempat selama sekitar tiga hari terakhir.
Dari pantauan udara, banjir di hari ketiga ini pada Selasa, 26 Mei 2026 masih menggenangi ratusan rumah warga serta akses jalan desa. Warga pun mulai mengeluhkan berbagai penyakit. Selain itu, bantuan logistik yang diterima juga disebut masih minim.
Tim medis Puskesmas Batangan pun diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga. Sementara itu, warga juga mengeluhkan minimnya bantuan logistik selama banjir melanda.
“Ya kita butuh logistik, sudah minim tiga hari terendam banjir. Anak-anak mulai terserang demam, gatal-gatal, pusing dan mual. Berharap ada solusi dari pemerintah, tidak harus banjir terus,” ujar salah satu warga terdampak banjir, Darti.
Sementara itu, tim medis Puskesmas Batangan yang diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah menyebut keluhan warga terus bertambah seiring lamanya banjir menggenang.
Tim Medis Puskesmas Batangan, Endang Sulistyowati, menuturkan pihaknya juga kesulitan mengakses lokasi karena banjir masih menggenang sehingga terpaksa harus menerjang bencana tersebut untuk memeriksa kondisi warga.
“Terpaksa door to door, karena warga yang rentan tidak bisa ke posko. Jadi harus menerjang banjir untuk memeriksa warga. Mereka sudah mengeluh gatal-gatal, demam, pusing serta mual.”
Selain pelayanan kesehatan keliling, pemerintah desa juga membuka posko kesehatan di rumah kepala desa.
Berdasarkan data sementara BPBD Pati hingga siang ini, tujuh desa masih terendam banjir. Khusus di Desa Ketitangwetan, sebanyak 530 rumah masih tergenang banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai seribu lima puluh jiwa.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















