PEKALONGAN, Beritajateng.id – Sebanyak lebih dari 100 motor pembalap liar di wilayah Kota Pekalongan disita dan diamankan oleh Polres Pekalongan selama pelaksanaan Operasi Zebra Candi.
Diketahui, Operasi Zebra Candi 2025 berlangsung selama kurang lebih dua pekan sejak 14-30 November 2025 lalu. Penindakan terhadap motor balap liar dilakukan menyusul maraknya aksi yang meresahkan masyarakat, terutama di kawasan Exit Tol Setono.
Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, AKP Andi Susanto menjelaskan, fokus utama Operasi Zebra tahun ini adalah memberantas balap liar dan pelanggaran kasat mata lainnya. Menurutnya, lokasi exit tol menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan para remaja untuk aksi adu kecepatan, terutama saat malam minggu.
“Alhamdulillah, ada lebih dari 100 motor yang sudah kami amankan sejak operasi dimulai. Prioritas kami adalah menindak balap liar,” tegasnya saat kegiatan di RM Sari Raos Pekalongan, Senin, 8 Desember 2025.
Selain menyita ratusan motor, pihaknya juga memproses seluruh pelanggaran hingga tahap persidangan. Penindakan tegas ini disambut positif oleh masyarakat, termasuk Pondok Pesantren Asalam yang berada tepat di dekat Exit Tol Setono.
Menurutnya para santri sebelumnya kerap terganggu dengan suara bising dan kerumunan dari para pelaku balap liar.
“Para santri sebelumnya terganggu oleh suara bising dan aktivitas balap liar. Setelah kami rutin melakukan penindakan, mereka merasa jauh lebih nyaman, terutama saat kegiatan belajar dan hafalan Al-Qur’an,” ungkap AKP Andi.
Di sisi lain, ia mengungkap Operasi Zebra 2025 juga berhasil menjaga stabilitas lalu lintas di Pekalongan Kota. Selama operasi berlangsung, hanya satu kasus kecelakaan ringan yang tercatat, tanpa korban jiwa. Secara keseluruhan, angka kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 juga menunjukkan penurunan signifikan.
Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi (ANEV) Polda, angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota menurun hingga 22 persen, terutama pada kategori korban meninggal dunia.
“Tahun ini kasus korban meninggal dunia hanya satu, selebihnya kecelakaan ringan. Angka ini turun 22 persen dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Zebra Candi merupakan hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatnya kesadaran berlalu lintas.
“Ini laporan kami untuk rekan-rekan media. Terima kasih atas dukungannya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















