PEKALONGAN, Beritajateng.id – Sebanyak 941 calon jemaah haji (calhaj) mengikuti rangkaian kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen pada Rabu, 11 Februari 2026.
Bupati Pekalongan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, mengatakan kegiatan manasik dinilai penting sebagai bekal para jemaah saat beribadah di Makkah.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Manasik Haji Terintegrasi ini. Semoga menjadi bekal penting bagi para calon jamaah haji dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.
Masruroh menjelaskan 941 calon jamaah haji itu dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Solo dan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, lebih dari 700 jamaah masuk kategori risiko tinggi, baik karena usia lanjut maupun kondisi kesehatan. Jamaah tertua berusia 85 tahun, sementara yang termuda berusia 16 tahun.
“Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar pelayanan benar-benar mengedepankan prinsip haji ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan,” jelasnya.
Ia menuturkan 2026 menjadi momentum awal penyelenggaraan ibadah haji di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah. Pemkab Pekalongan menyambut baik kebijakan tersebut dan berharap pelayanan kepada jamaah semakin profesional serta optimal.
Pemkab Pekalongan, kata dia, berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, termasuk fasilitasi transportasi jamaah dari dan ke Embarkasi Solo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Mayoritas jamaah tahun ini diketahui telah menunggu sekitar 13 tahun sejak mendaftar pada 2012. Karena itu, kami mengimbau agar seluruh jamaah mempersiapkan diri secara fisik dan mental serta mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















