PEKALONGAN, Beritajateng.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berlanjut pada 2026, meskipun kemampuan keuangan daerah tengah tertekan akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Pemkab pun menyiapkan anggaran sebanyak Rp74 miliar untuk menjamin masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, menyampaikan pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan regulasi BPJS Kesehatan, terutama terkait pembiayaan. Namun, ia menegaskan pelayanan kesehatan bagi warga tidak boleh terdampak.
“Meski kondisi keuangan daerah terkoreksi karena TKD turun, kami memastikan program UHC tetap berjalan. Ini adalah prioritas Ibu Bupati dan menjadi komitmen pemerintah daerah,” tegasnya, Kamis, 1 Januari 2026.
Saat ini, Pemkab Pekalongan sedang mengkaji dua alternatif skema, yakni UHC Prioritas dan UHC Cut-Off. Jika skema prioritas diterapkan dengan target aktivasi peserta 80 persen, kebutuhan anggaran bisa meningkat hingga Rp109 miliar, atau lebih besar sekitar Rp35 miliar dari alokasi saat ini.
Menurut Yulian, tambahan anggaran tersebut bukan angka kecil bagi APBD, terlebih pemerintah daerah juga masih harus membiayai sektor lain seperti infrastruktur, pendidikan, serta program prioritas pembangunan. Kondisi serupa juga dialami daerah lain, sehingga Pemkab terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan serta pemerintah daerah tetangga seperti Batang dan Pemalang.
Meski ada opsi penyesuaian melalui mekanisme cut-off, Yulian mengatakan Pemkab Pekalongan memastikan tidak akan ada warga yang mendadak kehilangan hak layanan kesehatan. Pemerintah tetap menyiapkan proses verifikasi agar masyarakat yang membutuhkan tetap terlindungi.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga mendorong pemerintah pusat agar menambah kuota peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai APBN guna meringankan beban keuangan daerah.
“Apapun pilihan kebijakannya, kami pastikan masyarakat Pekalongan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan optimal,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















