REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Harno mengecek langsung kerusakan jalan di sejumlah ruas wilayah Kabupaten Rembang. Ia menyebut penanganan jalan antar wilayah menjadi salah satu prioritas karena penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.
“Insyaallah dikerjakan di bulan November, Desember ini,” jelasnya.
Pihaknya juga membuka kemungkinan adanya penambahan penanganan pada titik-titik jalan yang kondisinya membahayakan pengguna jalan. Hal ini untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan agar tidak membahayakan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Rembang, Maryosa, mengatakan pekerjaan peningkatan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), termasuk ruas Banyuurip sudah berjalan.
“Ini sudah jalan. Yang DAK Banyuurip juga sudah jalan,” katanya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, secara umum pekerjaan yang masuk dalam program induk telah dikerjakan. Saat ini pihaknya juga melakukan persiapan untuk sejumlah pekerjaan yang masuk dalam perubahan anggaran agar dapat segera dilaksanakan.
“Yang induk sudah semua. Tinggal perubahan ini yang kita disuruh segerakan,” ujarnya.
Maryosa menjelaskan terdapat sejumlah ruas jalan yang masuk dalam rencana penanganan pada perubahan anggaran. Diantaranya Jalan Sekararum-Krikilan, Jalan Jolotundo, ruas Warugunung, serta sejumlah ruas lainnya yang membutuhkan penanganan.
Sementara itu beberapa ruas yang masuk dalam daftar anggaran Induk antara lain:
1. Peningkatan Jalan Kaliombo-Sudo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar
2. Pembangunan Jalan Poros Desa Candimulyo-Desa Sidomulyo Rp2 miliar
3. Peningkatan Jalan Banyuurip-Pamotan Rp12,5 miliar
4. Pemeliharaan berkala Jalan Landoh-Kerep-Kepohagung Rp2,4 miliar. (adv)
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















