REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang mengajukan penambahan kuota 2.000 ton pupuk subsidi jenis NPK ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Langkah ini diambil setelah melihat stok pupuk NPK di lapangan semakin menipis sementara kebutuhan petani terus meningkat, terutama menjelang musim tanam I (MT I).
“Kita sudah mengajukan tambahan ke provinsi sebesar 2.000 ton. Semoga minggu ini sudah ada respon dan segera tersalurkan,” ujar Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto.
Berdasarkan data Dintanpan Rembang, serapan pupuk NPK tahun ini telah mencapai 95 persen dari total alokasi 26.000 ton. Tingginya tingkat pemakaian pupuk ini menjadi indikator meningkatnya produktivitas dan keseriusan petani dalam meningkatkan hasil panen.
Sementara itu, Agus mengungkap ketersediaan pupuk subsidi jenis urea masih dalam kondisi aman, dengan serapan baru 87 persen dari total 22.033 ton.
Selain fokus pada pengadaan pupuk untuk komoditas padi, Agus mengungkap Dintanpan juga mengalokasikan 10 ton pupuk ZA untuk komoditas tembakau, serta pupuk organik cair (POC) sebanyak 5.650 liter.
“Selain pupuk subsidi, APBD Rembang juga membantu pupuk ZA untuk tembakau 10 ton, serta POC organik cair 5.650 liter,” jelas Agus.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















