REMBANG, Beritajateng.id – Pengelola Pantai Pasir Putih Wates di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori meningkatkan berbagai fasilitas wisata menjelang libur sekolah. Diantaranya seperti memperluas area parkir, perawatan fasilitas, hingga penambahan sarana ramah disabilitas.
Pengelola Pantai Pasir Putih Wates, Khoirul Jovid, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah pembenahan agar wisatawan dapat menikmati liburan dengan lebih nyaman.
“Untuk persiapan libur sekolah ini, kami membersihkan dan memperluas area parkir. Sekarang parkir mobil bisa digunakan di sisi timur maupun barat. Sementara untuk parkir motor tersedia di tiga titik berbeda sehingga lebih tertata,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain area parkir, pengelola juga melakukan pengecatan ulang berbagai spot wisata, termasuk tulisan ikonik dan maskot patung rajungan yang menjadi daya tarik pengunjung.
“Kami juga menambah gazebo dan kursi santai yang bisa digunakan secara gratis oleh pengunjung. Jadi wisatawan bisa bersantai tanpa dipungut biaya tambahan,” katanya.
Tak hanya itu, ia mengungkap fasilitas umum juga terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menyediakan kamar mandi khusus penyandang disabilitas di tiga titik lokasi.
“Kami berupaya menjadikan wisata ini lebih ramah disabilitas meskipun masih terus kami sempurnakan,” tambahnya.
Jovid menyebut jumlah pengunjung mulai menunjukkan peningkatan setelah Lebaran. Jika sebelumnya sempat mengalami penurunan saat bulan puasa, kini kunjungan wisatawan pada hari biasa mencapai 500 hingga 1.000 orang per hari.
“Alhamdulillah setelah Idulfitri ada peningkatan. Memang belum terlalu tinggi, tetapi dibandingkan sebelum puasa dan saat puasa, jumlah pengunjung sekarang lebih baik,” jelasnya.
Pantai Pasir Putih Wates sendiri menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari lokasi yang dekat dengan Jalur Pantura, akses jalan yang baik, area parkir luas, hingga fasilitas pendukung yang lengkap. Pengunjung juga dapat menikmati aktivitas camping ground keluarga, outbound, hingga perjalanan wisata ke Pulau Gede menggunakan perahu nelayan yang disulap menjadi perahu wisata.
“Untuk ke Pulau Gede tarifnya Rp300 ribu per perahu dengan kapasitas maksimal 10 orang. Pengunjung bisa menikmati wisata di sana sepuasnya kemudian kembali lagi,” terangnya.
Wisatawan juga dapat menikmati beragam kuliner khas pesisir seperti ikan bakar, kelapa muda, kerang, terasi, hingga ikan asin dengan harga yang bervariasi.
Untuk menjaga kenyamanan wisatawan, pengelola secara rutin mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
“Kalau ada pengunjung yang merasa harga terlalu mahal atau pelayanan kurang memuaskan, bisa langsung melapor ke pengelola melalui nomor yang tersedia di gazebo maupun sekretariat. Setiap libur panjang kami umumkan itu melalui pengeras suara secara berkala,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Chomawati, mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi ke sejumlah destinasi wisata mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kunjungan ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor SE/3/HK.01.03/MP/2026 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Menurutnya, pengawasan akan difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti akses jalan dan parkir, keamanan wisatawan, ketersediaan pos kesehatan, kebersihan lingkungan dan toilet, hingga pengawasan harga makanan dan minuman.
“Kami akan memastikan seluruh destinasi wisata menerapkan prinsip Sapta Pesona, menyediakan fasilitas yang memadai, serta menjaga kenyamanan wisatawan selama libur sekolah berlangsung,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















