KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.
Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Intoleransi bagi satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) yang digelar selama tiga hari, 7–9 Juli 2026, di Gedung PGRI Kendal.
Kegiatan tersebut diikuti 40 sekolah dengan masing-masing mengirimkan kepala sekolah dan guru sebagai peserta. Mereka dibekali pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai toleransi, saling menghormati perbedaan, serta strategi mencegah munculnya sikap dan perilaku intoleran di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kendal, Ninik Chaeroni, mengatakan bimtek bertujuan agar setiap satuan pendidikan mampu menyusun program nyata dalam upaya pencegahan intoleransi.
“Bimtek ini kita berikan kepada kepala sekolah dan guru SD dengan maksud agar sekolah bisa menyusun program dan melaksanakan kegiatan yang dapat mencegah intoleransi di satuan pendidikan,” ujar Ninik.
Menurutnya, pencegahan intoleransi menjadi salah satu indikator dalam mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, sebagaimana program yang tengah didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Usai mengikuti bimtek, kepala sekolah diharapkan mampu merancang program penguatan karakter di sekolah, sementara guru mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Penerapannya melalui pembiasaan budaya sekolah seperti saling menghargai, memiliki empati terhadap teman, dan menghormati perbedaan,” jelasnya.
Ninik menilai penanaman nilai-nilai tersebut sejak usia sekolah dasar sangat penting agar karakter peserta didik terbentuk dengan baik. Dengan demikian, berbagai persoalan seperti diskriminasi, perundungan (bullying), hingga tindakan intoleran dapat dicegah sejak dini.
“Harapan terbesar kami ke depan tidak ada lagi bullying di sekolah. Anak-anak tumbuh dengan karakter yang menghargai sesama dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” tambahnya.
Melalui bimtek ini, Ninik juga berharap materi yang diterima peserta dapat didiseminasikan kepada sekolah-sekolah lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut, sehingga semangat membangun sekolah yang inklusif dan harmonis dapat diterapkan secara merata di seluruh SD di Kabupaten Kendal.
“Harapannya materi hari ini bisa didiseminasikan kepada sekolah-sekolah yang belum bisa kami undang mengikuti bimtek, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















