REMBANG, Beritajateng.id – Bantuan sebanyak 285 unit pompa air disalurkan untuk para petani di Kabupaten Rembang. Ratusan alat pertanian itu berasal dari Kementerian Pertanian RI.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Anung Anindhita Nugraha, menjelaskan bantuan pompa air diberikan sebagai upaya mendukung percepatan tanam sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan di musim kemarau.
“Ini merupakan kegiatan tanam serempak dengan metode baru PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agriculture System) yang sekaligus dirangkai dengan penyerahan bantuan pompa air sebanyak 285 unit, menyesuaikan momentum Hari Jadi Kabupaten Rembang,” kata Anung, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya penyerahan yang berlangsung di Kecamatan Sale tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Sebab dihadiri oleh Direktur Alat dan Mesin Prapanen Direktorat PSP Kementerian Pertanian RI, Direktur Alat dan Mesin Pascapanen Direktorat PSP, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (PBRMP) Jawa Tengah, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.
Anung menjelaskan, bantuan pompa air akan diprioritaskan bagi wilayah yang membutuhkan sumber air untuk mendukung musim tanam.
“Pompa ini diperuntukkan bagi kelompok tani yang membutuhkan, baik untuk mengambil sumber air maupun memanfaatkan aliran sungai saat menghadapi kekeringan. Kelompok tani yang membutuhkan dapat mengajukan melalui bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP),” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahap awal bantuan telah disalurkan kepada kelompok tani di wilayah Sale, sementara kelompok tani lainnya akan menerima sesuai mekanisme pengajuan.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno menegaskan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat sehingga harus mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak.
“Sebagian besar masyarakat kita menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Karena itu, keberhasilan percepatan tanam bukan hanya tentang meningkatkan luas tanam dan produksi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujar Harno.
Ia menyebut penguatan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2025–2029. Pemerintah daerah akan terus memperkuat kelembagaan petani, revitalisasi sarana produksi dan alat mesin pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga pengembangan agribisnis terpadu melalui kemitraan dan pembinaan petani muda.
Harno optimistis program Tanam Serempak metode PM-AAS yang didukung bantuan pompa air mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Saya mengajak seluruh petani, penyuluh, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi. Tantangan perubahan iklim dan ketersediaan air harus kita hadapi bersama dengan semangat gotong royong, inovasi, serta penerapan teknologi pertanian yang semakin modern,” tegasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















