REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mengimplementasikan program Satu Desa Satu Sarjana. Sebanyak 11 desa dipilih menjadi prioritas sebagai penerima program beasiswa tersebut.
Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’ menyebut puluhan desa itu dipilih lantaran memiliki jumlah sarjana yang rendah dibanding desa lainnya. Kebijakan tersebut menjadi strategi untuk mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah.
“Kita temukan ada 11 desa di Kabupaten Rembang yang jumlah sarjananya paling rendah. Ini yang kita jadikan prioritas penerima beasiswa tahun ini,” ujarnya.
Wabup menjelaskan berdasarkan alokasi anggaran maka setiap desa kemungkinan akan mendapatkan dua penerima beasiswa. Namun, jumlah tersebut masih fleksibel tergantung kemampuan anggaran daerah.
“Kalau melihat anggaran, minimal dua anak per desa masih cukup. Tapi nanti bisa berkembang, kalau memungkinkan bisa tiga sampai empat,” jelasnya.
Ia menambahkan, anggaran beasiswa tahun ini mencapai sekitar Rp3 miliar lebih. Anggaran ini juga digunakan untuk membiayai mahasiswa penerima beasiswa dari tahun-tahun sebelumnya sejak 2023.
Selain biaya pendidikan, Pemerintah Kabupaten Rembang juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan lokasi.
“Living cost tentu berbeda, antara di Kudus dan Surabaya tidak sama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menegaskan program Satu Desa Satu Sarjana ini tidak dimaknai secara sempit sebagai satu desa hanya memiliki satu sarjana.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan adalah mengurangi kesenjangan jumlah sarjana antar desa.
“Kita memaknainya sebagai upaya mendekatkan disparitas. Desa yang jumlah sarjananya masih sedikit, itu yang kita dahulukan,” terangnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial, ia menyebut 11 desa yang menjadi prioritas dalam program ini rata-rata baru memiliki sekitar 10 sarjana. Meski demikian, program beasiswa tetap terbuka bagi seluruh desa di Rembang dengan mekanisme seleksi dan pembagian kuota.
“Bukan hanya 11 desa saja, seluruh desa tetap punya kesempatan. Tapi kuotanya kita pisahkan,” jelasnya.
Terkait jadwal, proses pendaftaran beasiswa diperkirakan akan mengikuti waktu penerimaan mahasiswa baru.
“Perguruan tinggi negeri biasanya sekitar Juli, sedangkan swasta Agustus,” pungkasnya.
Adapun daftar 11 desa prioritas penerima program Satu Desa Satu Sarjana yakni:
- Desa Pakis di Kecamatan Sale
- Ceriwik di Kecamatan Pancur
- Banyuurip di Kecamatan Pancur
- Blimbing di Kecamatan Sluke
- Bogorejo di Kecamatan Sumber
- Logung di Kecamatan Sumber
- Kajar di Kecamatan Gunem
- Baturno di Kecamatan Sarang
- Gilis di Kecamatan Sarang
- Ngargomulyo di Kecamatan Lasem
- Ngasinan di Kecamatan Kragan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















