REMBANG, Beritajateng.id – DPRD Rembang menanggapi munculnya isu dugaan monopoli konsultan dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Rembang.
Anggota Komisi IV Puji Santoso atau yang akrab disapa Pujon menuturkan pihaknya telah melakukan sidak terhadap sejumlah SD pada Senin, 31 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi di lokasi sidak yakni SDN Tasiksono dan SDN Sendangasri, pihaknya menemukan konsultan perencana maupun pengawas proyek di dua sekolah itu ternyata berasal dari pihak yang sama.
“Beberapa sekolah yang kita sidak menggunakan konsultan perencana yang sama, bahkan pengawasnya juga sama,” ungkap Puji.
Temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan meminta data resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang guna mendalami isu dugaan monopoli proyek tersebut.
“Nanti akan kita cek ke Dinas Pendidikan, berapa sekolah yang ditangani konsultan yang sama. Ini yang akan kita telusuri,” pungkasnya.
Sementara mengenai isu fee proyek, berdasarkan hasil komunikasi dengan kepala sekolah di SDN Tasiksono dan SDN Sendangasri, pihaknya belum menemukan adanya praktik tersebut.
“Sampai sejauh ini tidak ada. Saya juga mengingatkan jangan sampai ada pihak yang mengaku membawa usulan proyek lalu meminta fee,” tegasnya.
Menurutnya, proyek rehabilitasi ruang kelas merupakan program yang lahir dari usulan resmi melalui data Dapodik hingga Kementerian, sehingga pelaksanaannya harus mengikuti petunjuk teknis dan dilakukan secara swakelola.
“Pelaksanaannya oleh kepala sekolah bersama komite, melibatkan masyarakat sekitar, dan harus diawasi bersama agar transparan,” jelasnya.
Khusus di SDN Tasiksono, Puji Santosa menyoroti kusen jendela yang sudah keropos tetapi masih dipasang dalam proyek rehabilitasi.
“Kita melihat kondisi jendela sudah keropos, kayunya rusak tetapi tetap dipasang. Ini kita sayangkan dan kita minta agar segera diganti,” ujar Puji.
Disisi lain, ia mengapresiasi kualitas material yang digunakan. Berdasarkan pengecekan di lapangan, pasir yang dipakai dinilai memenuhi standar karena berasal dari daerah dengan kualitas baik.
“Campuran pasir dan semen sudah bagus. Pasirnya dari Muntilan maupun Lumajang yang kandungan besinya tinggi, tidak bercampur lumpur,” katanya.
Sementara di SDN Sendangasri, pihaknya mendapati pekerjaan masih berada pada tahap awal pembongkaran sehingga kualitas konstruksi belum bisa dinilai secara menyeluruh.
“Kondisinya masih tahap pembongkaran. Untuk struktur sloof dan pondasi nanti akan kita cek kembali. Harapan kami kualitas bangunannya benar-benar baik,” imbuhnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















