REMBANG, Beritajateng.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang mencatat kerugian kerusakan atap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung I akibat angin kencang, sebesar Rp200 juta.
Kepala DKP Kabupaten Rembang, Sofyan Cholid, mengatakan bangunan TPI Tasikagung I yang mengalami kerusakan biasanya digunakan untuk aktivitas lelang ikan dari kapal mini purse seine.
“Namun untuk keseharian memang tidak terlalu aktif,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Usai bencana tersebut, pihaknya pun segera mengambil langkah penanganan dengan membersihkan area sekitar TPI Tasikagung I.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pembersihan puing-puing atap bangunan terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah proses pembersihan selesai, pihaknya akan menentukan langkah penanganan lanjutan berupa perbaikan atap.
“Langkah yang saya ambil, pembersihan dulu. Setelah itu menunggu pergeseran anggaran atau perbaikan sementara,” pungkas Sofyan.
Diketahui, angin kencang menerjang kawasan Pelabuhan Tasikagung, Kabupaten Rembang pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Bencana ini menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan TPI Tasikagung 1.
Suparmin, salah satu buruh bongkar kapal di sekitar lokasi kejadian, mengatakan peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Saat angin bertiup kencang, suara runtuhan atap membuat warga sekitar kaget.
“Suaranya menakutkan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, kondisi cuaca buruk beberapa hari terakhir membuat aktivitas nelayan di pesisir pantai utara Jawa menurun. Banyak kapal memilih tidak melaut karena gelombang dan angin yang cukup kuat.
“Saya hari ini hanya membantu bongkar ikan di empat kapal, padahal biasanya lebih dari itu kalau cuaca normal,” kata Suparmin.
Sementara itu, warga Tasikagung lainnya, Andhi, menuturkan sebelum kejadian sempat turun hujan dengan intensitas singkat namun berulang. Meski hujan tidak berlangsung lama, angin yang menyertainya terasa sangat kuat.
“Hujannya cuma beberapa menit sekali turun, terus berhenti. Tapi anginnya kencang sekali, kayak angin barat,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















