REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) mencatat sekitar 300 ruang sekolah mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikpora Kabupaten Rembang, Kapti Prastiyo, mengatakan data tersebut telah disampaikan ke Bupati Rembang melalui nota dinas pada Desember 2025. Hal itu sebagai peringatan dini atas risiko terganggunya proses belajar mengajar, terutama di tengah musim hujan yang rawan memperparah kondisi bangunan.
Dari ratusan kerusakan pada ruang sekolah tersebut, Kapti mengatakan hanya sebagian kecil yang bisa ditangani lebih dulu oleh Pemkab Rembang karena keterbatasan anggaran.
“Untuk tahap awal, ada 11 ruang sekolah yang kami prioritaskan karena kondisinya paling mendesak,” kata Kapti, Senin, 2 Februari 2026.
Ruang-ruang prioritas itu tersebar di sejumlah kecamatan. Diantaranya perpustakaan SDN Jambangan Kecamatan Sarang, ruang kelas SDN Leran dan SDN Jurangjero Kecamatan Sluke.
Dua ruang kelas dan kamar mandi SDN Sencangcoyo Kecamatan Lasem, empat ruang kelas SDN Jeruk Kecamatan Pancur, serta satu ruang kelas SDN Sendangmulyo Kecamatan Gunem.
Sementara itu, ratusan ruang sekolah lainnya dengan kategori rusak ringan hingga sedang masih harus menunggu penanganan bertahap melalui proses perencanaan dan penganggaran daerah.
“Ada sembilan ruangan yang memang perlu penanganan secepatnya, itu yang kami laporkan melalui nota dinas,” ujarnya.
Pemkab Rembang menegaskan bahwa masalah kerusakan ruang sekolah bukan hal baru. Sepanjang 2025, program revitalisasi sarana pendidikan telah menyasar perbaikan di 60 sekolah, namun jumlah ruang yang direvitalisasi masih belum sebanding dengan total kebutuhan di lapangan.
“Dari 60 sekolah itu, total ruang yang direvitalisasi sekitar 300 ruang. Bahkan ada sekolah yang mendapatkan lebih dari satu ruang, seperti SDN Tireman yang memperoleh perbaikan hingga sembilan ruangan,” tutup Kapti.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















