REMBANG, Beritajateng.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Rembang meningkatkan sarana dan prasarana pengairan membuahkan hasil. Tahun ini, luas tanam padi di Rembang meningkat signifikan hingga menembus 44 ribu hektar dari sebelumnya 39–40 ribu hektar.
Agus Iwan Haswanto, Kepala Dinas Pertanian Rembang menjelaskan, peningkatan tersebut tidak lepas dari pembangunan sejumlah embung, sumur, dan fasilitas irigasi perpompaan (IRPOM) yang dibangun sejak tahun lalu. Infrastruktur ini membantu petani mendapatkan suplai air lebih stabil, terutama di wilayah yang selama ini mengandalkan tadah hujan.
“Untuk yang bisa dirasakan saat ini adalah hasil pembangunan dari tahun kemarin, ada fasilitas IRPOM (irigasi perpompaan) dari pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab terus mendorong pembangunan sumber air baru karena sekitar 80 persen lahan pertanian di Rembang masih mengandalkan tadah hujan.
“Catatan kami, embung di Rembang saat ini ada sekitar 109 unit. Tahun ini secara umum bangunan air yang kami peroleh dari APBN kurang lebih ada sekitar 30 unit, dari provinsi ada satu, kemudian dari Kabupaten ada dua unit, tambah sumur itu totalnya sekitar ada 9 unit,” terangnya.
Peningkatan sarana air pertanian ini turut berkontribusi pada naiknya produktivitas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi di Rembang kini mencapai rata-rata 6 ton per hektar, naik dari tahun sebelumnya yang berkisar 5,6 hingga 5,7 ton per hektar.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















