REMBANG, Beritajateng.id – Jembatan Gantung Merah Putih di Kabupaten Rembang akhirnya bisa dilalui warga usai resmi dibuka pada Senin, 9 Maret 2026. Jembatan ini menghubungkan antara Dusun Semen, Desa Sekarsari di Kecamatan Sumber, Rembang dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Randugunting ini dibangun setelah jembatan sebelumnya runtuh akibat diterjang banjir. Saat itu warga sempat membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arm. Winner Fradana Dieng, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang digagas Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).
“Jembatan ini menjadi yang pertama di Kabupaten Rembang dalam program Jembatan
Perintis Garuda Merah Putih dari Bapak Kasad. Jembatan ini terbuat dari besi dan diperkuat dengan tali sling baja sehingga lebih kuat dan representatif,” katanya, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menuturkan, jembatan ini memiliki panjang sekitar 70 meter dengan lebar 150 sentimeter. Adapun proses pembangunannya memakan waktu sekitar satu bulan.
Letkol Winner mengungkap awalnya lebar jembatan direncanakan hanya 120 sentimeter. Namun warga mengusulkan agar diperlebar karena jembatan tersebut kerap dilalui sepeda motor milik petani dan pedagang yang membawa muatan.
“Kalau hanya 120 sentimeter akan sulit dilewati. Karena itu kita tambahkan menjadi 150 sentimeter agar lebih nyaman dilalui masyarakat,” imbuhnya.
Ia menyebut pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih kedua rencananya menyasar Dusun Kandangsapi, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, yang juga menghubungkan wilayah Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Pati.
Dalam proses pembangunan, warga setempat turut dilibatkan bersama anggota TNI. Bahkan saat pemasangan sling baja jembatan, kata dia, warga bergotong royong menarik tali bersama-sama.
“Waktu menarik sling harus ramai-ramai. Bahkan setelah salat tarawih, warga bersama anggota TNI ikut membantu menarik tali sling jembatan,” ungkapnya.
Salah satu warga Dusun Semen, Sulistyono, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih membuat aktivitas warga jauh lebih mudah tanpa harus memutar hingga lima kilometer.
“Setiap hari yang lewat sini ramai, pedagang, pelajar, termasuk anak-anak yang mau mengaji. Apalagi menjelang Lebaran pasti semakin ramai. Sekarang kami bisa lewat dengan tenang, tidak khawatir lagi seperti saat masih jembatan darurat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Rembang, Teguh Gunawarman, mengatakan di sepanjang Sungai Randugunting memang terdapat beberapa jembatan yang hanyut akibat banjir besar beberapa waktu lalu.
Ia mengapresiasi pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih oleh TNI karena sangat membantu masyarakat yang membutuhkan akses penghubung antar wilayah.
Teguh menambahkan, beberapa jembatan di wilayah tersebut akan dibangun oleh TNI, sementara sebagian lainnya akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.
“Jembatan Dusun Semen dan Dusun Kandangsapi dibangun oleh TNI. Sedangkan jembatan di Dusun Dresan Desa Sekarsari dan di Desa Jatihadi akan ditangani Pemkab Rembang. Di Dusun Padas Desa Jatihadi juga akan menghubungkan wilayah Rembang dengan Pati,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















