REMBANG, Beritajateng.id – Kasus dugaan perkelahian antara seorang paman dengan keponakannya di depan Hotel Green Doorz, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang, pada Senin pagi, 17 Agustus 2026 masih didalami kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 06.45 WIB ini diketahui menyebabkan Rohmat Supriyanto (49) meninggal usai berkelahi dengan keponakannya berinisial AUM yang masih berusia 16 tahun.
“Korban dan pelaku sejatinya masih ada hubungan saudara. Sebelum kejadian memang sudah ada perselisihan antar keluarga,” ujar Kasatreskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Alva, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan analisis awal rekaman CCTV, korban yang saat itu berboncengan dengan rekan sekolahnya hendak berangkat sekolah. Di perjalanan, sepeda motor korban sempat mendahului kendaraan yang ditumpangi terduga pelaku.
Sesampainya di Jalan Nusa Indah, korban kembali mendekati sepeda motor terduga pelaku. Korban kemudian berhenti di depan kendaraan tersebut dan turun dari sepeda motor.
Terduga pelaku juga turun dari kendaraan sambil melepas helm. Setelah itu terjadi keributan yang berujung pada perkelahian antara keduanya.
“Dari CCTV yang kami dapatkan, korban mendahului kemudian berhenti di depan sepeda motor pelaku. Korban turun dari sepeda, kemudian pelaku juga turun dan melepas helm. Setelah itu terjadi perkelahian atau saling ribut,” jelas Alva.
Dalam perkelahian tersebut, korban akhirnya terjatuh ke aspal. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya melerai keduanya. Terduga pelaku diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada kepolisian.
Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor Honda Beat K-4509-DW warna putih-merah, Honda Vario 150 K-3638-WM warna putih, serta satu buah helm hitam merek Honda.
Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Alva menjelaskan, tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Senin siang hingga sore.
“Untuk hasil pemeriksaan atau autopsi tersebut, nanti kami menunggu hasil dari Polda Jawa Tengah. Termasuk dugaan apakah korban mempunyai penyakit penyerta, ini masih belum bisa kami simpulkan,” katanya.
Selain penyebab pasti kematian, polisi juga masih mendalami siapa yang terlebih dahulu melakukan kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Termasuk siapa yang memukul duluan juga belum. Kami masih perlu pendalaman karena baru memeriksa beberapa saksi,” tegas Alva.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain yang berada di lokasi serta mendalami rekaman CCTV untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
Sementara itu, terduga pelaku yang masih berusia 16 tahun menjalani pemeriksaan dengan pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Pihak keluarga, baik dari korban maupun terduga pelaku juga telah dimintai keterangan.
Dalam kesempatan itu, Alva membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut korban dipukul menggunakan tabung gas melon.
“Berita di media sosial yang menyebut dipukul menggunakan gas melon kami nyatakan tidak terjadi. Fakta yang dilaporkan tidak seperti itu,” ujarnya.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan. Penyidik akan mencocokkan keterangan para saksi, rekaman CCTV, barang bukti, serta hasil autopsi untuk menentukan konstruksi perkara dan memastikan penyebab kematian korban.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















