REMBANG, Beritajateng.id – Pelaksanaan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, menjadi perbincangan lantaran terdapat satu rumah yang belum selesai diperbaiki.
Dari sepuluh rumah penerima bantuan RTLH pada 2025, hanya satu rumah yang masih belum rampung dibangun. Camat Gunem, Fajar Riza Dwi Sasongko, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi tersebut.
“Memang ada sekitar sepuluh rumah RTLH tahun 2025. Yang belum selesai cuma satu, yang lainnya sudah selesai. Begitu saya mendapat informasi tadi malam, langsung saya cek ke kepala desa dan memang benar masih ada satu rumah yang belum selesai,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan evaluasi pelaksanaan program tersebut pada November 2025. Namun setelah adanya informasi terbaru, pihaknya kembali melakukan pengecekan di lapangan.
Menurut Fajar, proses pengajuan bantuan RTLH dilakukan langsung oleh pemerintah desa melalui aplikasi yang terhubung dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Sementara kecamatan hanya mengetahui laporan pertanggungjawaban (LPJ) setelah kegiatan selesai.
“Pengajuan langsung melalui aplikasi. Proposal cukup dari desa, dan aplikasinya dimiliki oleh desa serta Perkim. Kecamatan baru mengetahui setelah kegiatan selesai untuk melihat LPJ. Namun saat ini saya belum bisa melihat LPJ karena masih ada satu rumah yang belum selesai,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya meminta agar pembangunan rumah yang tersisa segera dituntaskan. Kekurangan material yang sebelumnya belum terbeli pun harus langsung dipenuhi.
“Tadi langsung kita eksekusi. TPK hari ini memesan dan mengirim kekurangan material yang sebelumnya belum terbeli sesuai pagu anggaran,” tegasnya.
Pengerjaan rumah tersebut rencananya akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 17 Maret 2026 dengan melibatkan tenaga kerja yang tersedia. Penerima bantuan juga diminta ikut berpartisipasi melalui swadaya karena nilai bantuan yang diterima terbatas.
“Anggarannya sekitar Rp20 juta dan ada potongan pajak, sehingga kita juga memberi pemahaman kepada penerima manfaat agar ada dukungan swadaya supaya rumah bisa selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo, Mardiyono, mengakui masih ada satu rumah warga penerima bantuan RTLH tahun 2025 yang hingga kini belum rampung.
“Memang benar masih ada satu rumah RTLH warga kami yang belum selesai sejak tahun 2025,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















