REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Harno mengungkap Kabupaten Rembang masuk sebagai wilayah yang akan menerima program Sekolah Rakyat tahap kedua. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas kepercayaan tersebut.
“Kami bersyukur Rembang terpilih dalam tahap kedua program Sekolah Rakyat. Ini kesempatan besar bagi masyarakat Desil 1 dan 2 untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” katanya.
Ia menuturkan Sekolah Rakyat di Rembang diprediksi mulai dibuka pada tahun ajaran baru sekitar Juni 2026 mendatang. Kuota awal yang disiapkan yakni 50 siswa untuk jenjang SD serta 50 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan Sekolah Rakyat dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak lagi hidup dalam lingkaran kemiskinan.
“Program ini memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Harapannya setelah lulus, mereka mampu meningkatkan pendapatan dan status sosial keluarganya,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Imam menjelaskan Kabupaten Rembang mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat meskipun belum memiliki rintisan sekolah maupun siswa. Pendaftaran siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan dimulai sekitar bulan Juni mendatang.
Satu Sekolah Rakyat ditargetkan dapat menampung hingga 1.000 siswa. Hal ini dinilai relevan mengingat angka kemiskinan di Rembang berada di kisaran 13%, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka sekitar 9 persen. Karena itu, terdapat upaya untuk menambah kuota rombongan belajar (rombel).
Secara keseluruhan, Imam menjelaskan jumlah siswa Sekolah Rakyat di Jawa Tengah saat ini mencapai 1.275 anak dengan jumlah terbanyak berada di jenjang SMA. Untuk tingkat SD, terdapat sekitar 11 rombel dengan total kurang lebih 300 siswa.
Adapun total nilai pembangunan sekolah ini mencapai Rp230 miliar. Imam menuturkan penambahan rombel nantinya akan diikuti dengan penambahan fasilitas asrama.
Program ini menggunakan konsep asrama (boarding school), sehingga seluruh siswa wajib tinggal di asrama dan tidak diperkenankan pulang selama masa pendidikan. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung melalui APBN, mulai dari makan tiga kali sehari dan dua kali kudapan, pakaian, buku, hingga laptop dan smartphone. Fasilitas olahraga dan kesenian juga disediakan untuk mendukung pengembangan minat dan bakat.
Adapun kriteria penerimaan siswa mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Hanya anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 yang dapat mendaftar dengan seleksi lebih memprioritaskan tingkat kemiskinan, bukan nilai akademik.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















