REMBANG, Beritajateng.id – Ratusan buruh di Kabupaten Rembang menyampaikan aspirasi tanpa demo dalam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Mereka justru mengikuti sejumlah kegiatan seperti senam bersama dan pembagian doorprize yang dipusatkan di area Hotel Pollos, Selasa, 12 Mei 2026.
Di hadapan pemerintah daerah dan perusahaan, Adrian Adiputra selaku Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 Rembang menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan buruh melalui upah layak. Pihaknya juga menolak sistem outsourcing dan kontrak kerja yang dinilai tidak memberikan kepastian bagi pekerja.
“Peningkatan kesejahteraan dan upah layak serta melarang upah murah itu sudah pasti karena ini yang sering kita gaungkan setiap tahunnya,” tegas Adrian.
Selain itu, pihaknya juga meminta adanya kepastian perlindungan pekerja dengan penghapusan sistem outsourcing maupun kontrak kerja yang tidak pasti.
“Perjuangan kita tidak hanya menuntut, tetapi juga memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” lanjutnya.
Peringatan Mayday 2026 di Rembang pun berlangsung aman dan kondusif. Di akhir penyampaiannya, Adrian berharap momentum Hari Buruh menjadi penguat solidaritas pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Semoga kebersamaan ini menumbuhkan semangat juang untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, aman dan produktif,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Harno yang turut hadir dalam peringatan May Day itu menegaskan pemerintah daerah akan menjadi fasilitator antara pengusaha dan pekerja agar tercipta hubungan industrial yang harmonis.
“Antara pengusaha dan karyawan, pemerintah daerah akan menjadi fasilitator agar ada titik temu yang baik. Kalau masalah hitung-hitungan nanti bagian akhir, yang penting di sini dibutuhkan simbiosis mutualisme,” ujar Harno.
Menurutnya, keberadaan investor memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Rembang. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah agar investor merasa aman dan nyaman berinvestasi.
“Perusahaan membutuhkan karyawan dan masyarakat pun membutuhkan pengusaha serta investor. Maka dari itu saya minta kepada semua masyarakat menjaga semuanya agar investor bisa masuk ke Rembang dengan aman dan nyaman,” katanya.
Harno menyebut saat ini Kabupaten Rembang berada di posisi tiga daerah dengan tingkat pengangguran terendah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, Fery Sumardi, mengatakan pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi nasional.
Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan di berbagai bidang seperti las, servis AC, mekanik sepeda motor, komputer, menjahit hingga pembuatan roti dan kue. Selain itu, Dinperinaker juga bekerja sama dengan PPSDM Migas Cepu di bawah Kementerian ESDM dalam pelatihan operator mobile crane, forklift, mekanik dan teknisi AC.
“Saat ini pelatihan telah selesai sebanyak 20 orang. Harapan kami perusahaan-perusahaan yang ada di Rembang bisa memanfaatkan tenaga kerja yang sudah dilatih dan memiliki kompetensi sesuai bidangnya masing-masing,” jelas Fery.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















