SALATIGA, Beritajateng.id – Sbeanyak 215 kolektor Aglaonema dari berbagai daerah hadir mengikuti kontes yang digelar di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Kota Salatiga pada Minggu, 28 Juni 2026.
Para kolektor itu berasal dari Semarang raya, Temanggung, Tangerang, Jakarta, Malang, hingga Bali. Antusiasme peserta ini menunjukkan bahwa tanaman berjuluk Ratu Daun itu masih memiliki minat tinggi serta nilai ekonomi.
Daun dengan corak merah, hijau, hingga perpaduan warna eksotis dipamerkan untuk memperebutkan predikat terbaik melalui penilaian warna, kesehatan tanaman, komposisi, serta estetika.
Bagi sebagian orang, Aglaonema mungkin hanya tanaman penghias rumah. Namun bagi Ari Murti, kolektor asal Temanggung, tanaman itu telah mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan yang mampu menopang ekonomi keluarga.
Meski kali ini hanya membawa tiga tanaman karena pengaruh cuaca, Ari mengaku bisnis Aglaonema masih memberikan keuntungan yang stabil. Ia membagi pasar menjadi dua segmen, yakni tanaman untuk penghobi umum yang dijual secara daring dan koleksi premium yang diburu para kolektor.
“Harganya masih stabil. Yang murah saya jual online, sedangkan yang mahal untuk kolektor. Awalnya cuma hobi, sekarang malah jadi rezeki. Bahkan hasilnya bisa membantu membiayai kuliah dua anak saya sampai lulus,” ungkap Ari.
Ketua Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) Semarang Raya, Eko Tugiyono mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan komunitas pecinta Aglaonema terus berkembang. Kontes ini juga menjadi ajang bertukar ilmu sekaligus mempererat silaturahmi antar kolektor dari berbagai daerah.
“Pesertanya datang dari banyak kota, bahkan ada yang dari Bali, Malang, dan Jakarta. Penilaian meliputi warna, kesehatan tanaman, tatanan, hingga estetika pot,” jelasnya.
Menurut Eko, Aglaonema tetap diminati karena memiliki banyak varietas dengan corak yang unik. Kondisi tersebut membuat pasar tanaman hias ini tetap hidup dan terus melahirkan penghobi baru.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, peluang bisnis Aglaonema masih terbuka lebar. Karena itu, pemerintah mendukung penyelenggaraan kontes sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman hias.
“Data menunjukkan peminat dan peluang pasar Aglaonema masih sangat besar. Karena itu kami mendukung melalui fasilitasi kegiatan seperti ini agar ekosistem usaha tanaman hias terus berkembang,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















