SALATIGA, Beritajateng.id – Harga beberapa kebutuhan pokok yakni telur dan daging ayam ras di pasar tradisional Kota Salatiga masih tinggi, meski komen Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah selesai l. Pada Jumat, 2 Januari 2026, harga telur ayam di pasar tradisional di wilayah Kota Salatiga terpantau berkisar antara Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Sedangkan harga daging ayam ras berkisar antara Rp35.500 hingga Rp36.000 per kilogram. Kondisi ini, di keluhkan sebagain warga, khususnya kalangan ibu rumah tangga.
Salah satu ibu rumah tangga, Siti (45), warga Tingkir, Salatiga mengaku terpaksa mengurangi pembelian telur dan daging ayam karena harganya tak kunjung turun. Padahal, kedua komoditas tersebut merupakan bahan pangan yang hampir selalu dibutuhkan setiap hari.
“Biasanya setelah tahun baru harga sudah turun, tapi ini masih mahal. Kalau beli telur sekarang ya seperlunya saja, tidak bisa banyak-banyak,” keluhnya saat ditemui di Pasar Blauran Salatiga, Jumat, 2 Januari 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan Rina (38), warga, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo. Menurutnya, kenaikan harga telur dan daging ayam cukup memberatkan, terlebih bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan.
Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah agar harga kembali stabil.
“Telur sama ayam itu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Kalau harganya tinggi terus, mau tidak mau pengeluaran jadi membengkak,” ujarnya.
Sementara itu, para pedagang menyebut tingginya harga telur dan daging ayam ras diduga masih dipengaruhi oleh pasokan yang belum sepenuhnya normal, serta tingginya biaya produksi di tingkat peternak.
“Selain adanya peningkatan permintaan saat Natal dan tahun baru, tingginya harga daging ayam juga dipengaruhi oleh tingginya biaya produksi,” kata salah seorang pedagang, Ratih.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















