SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyiapkan langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) dengan mewacanakan kebijakan Jumat tanpa kendaraan bermotor. Kebijakan ini menjadi alternatif di tengah kekhawatiran kenaikan harga BBM akibat kondisi global.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan pihaknya mendukung upaya efisiensi energi. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) masih perlu dikaji secara matang.
Menurutnya, efektivitas kinerja ASN harus menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Ia pun mengaku khawatir jika WFH justru dimanfaatkan sebagai waktu libur panjang.
“Untuk tujuan efisiensi bahan bakar iya, tetapi harus dikaji apakah betul-betul efektif untuk kinerja. Karena saya khawatir WFH ini dijadikan long weekend,” katanya, Selasa, 31 Maret 2026.
Sebagai solusi alternatif, imbuh Robby, Pemkot Salatiga mempertimbangkan penerapan hari tanpa kendaraan bermotor setiap Jumat. Kebijakan ini dinilai lebih tepat dalam menekan konsumsi BBM tanpa mengganggu produktivitas kerja ASN.
Robby menjelaskan, ASN yang tinggal di sekitar kantor dapat berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Sementara bagi yang berdomisili lebih jauh, diimbau untuk memanfaatkan transportasi umum.
Selain berdampak pada penghematan energi, kebijakan tersebut juga dinilai mampu mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat.
“Yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda, yang agak jauh gunakan transportasi umum. Dengan begitu, transportasi umum juga bisa lebih diberdayakan,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















