SALATIGA, Beritajateng.id – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Pangan dan Pertanian, serta Dinas Kesehatan Kota Salatiga menemukan adanya distribusi daging tidak layak konsumsi karena kadar air tinggi, nyaris masuk kategori gelondongan.
Temuan ini didapatkan saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka memastikan keamanan pangan masyarakat menjelang Lebaran. Sidak dilakukan di Pasar Blauran dan pasar Raya I pada Selasa, 17 Maret 2026.
Medik veteriner Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga Christina Susilaningsih menjelaskan, kadar air daging sapi yang diperiksa berada di angka 77–79 persen. Padahal, standar normal daging layak konsumsi hanya berkisar 70–75 persen.
“Tapi belum bisa disebut gelonggongan karena belum menyentuh 80 persen. Tetapi ini sudah di ambang atas. Artinya kualitasnya sudah menurun dan perlu diwaspadai,” jelasnya.
Dari hasil penelusuran sementara, daging yang terindikasi bermasalah berasal dari wilayah Ampel. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbedaan kualitas pasokan, terutama saat permintaan melonjak menjelang Lebaran.
Kadar air berlebih pada daging bukan sekadar soal angka. Kondisi ini bisa menjadi tanda penurunan mutu, baik akibat proses distribusi yang kurang baik, penyimpanan yang tidak tepat, hingga dugaan perlakuan tertentu sebelum daging dijual.
“Dampaknya pun tak bisa dianggap sepele. Selain berpotensi menurunkan kandungan gizi, daging dengan kadar air tinggi juga berisiko terhadap keamanan pangan bagi konsumen,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada kualitas daging, petugas juga menemukan masih adanya praktik penanganan yang kurang higienis di lapak pedagang, terutama di tengah padatnya aktivitas pasar. Petugas pun langsung memberikan peringatan tegas kepada pedagang agar lebih selektif dalam memilih pemasok serta menjaga transparansi kepada pembeli.
“Monitoring ini menjadi bagian dari langkah preventif Pemkot Salatiga untuk menekan peredaran pangan tidak layak konsumsi, terutama di periode rawan menjelang Idul Fitri,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat Kota Salatiga untuk teliti dan selektif saat membeli daging.
“Jangan tergiur harga murah, dan pastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama di tengah tingginya kebutuhan jelang hari raya,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















