SALATIGA, Beritajateng.id – Stok ternak sapi siap potong di Kota Salatiga semakin menipis. Tercatat, saat ini jumlah sapi jantan dewasa yang siap untuk dipotong hanya sekitar 130 ekor.
Hal ini diungkap oleh Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Eny Endang Surtiani. Ia menjelaskan saat ini pasokan sapi siap potong yang masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH) dalam beberapa waktu terakhir hanya sekitar 9-11 ekor per hari.
Padahal, kata dia, kebutuhan daging sapi bagi masyarakat Salatiga dalam kondisi normal mencapai sekitar 15 ekor per hari.
“Selama ini kekurangan pasokan masih bisa ditutupi dari daerah sekitar seperti Boyolali. Namun saat ini hampir semua wilayah mengalami kekurangan pasokan sapi sehingga pasokan tambahan juga sulit diperoleh,” katanya, Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, populasi sapi potong saat ini tercatat sebanyak 933 ekor. Dari jumlah tersebut, sapi jantan dewasa yang siap potong hanya sekitar 130 ekor. Selain itu, terdapat 187 ekor sapi perah jantan dewasa yang juga berpotensi menjadi sumber pasokan daging.
“Dengan kondisi tersebut, ketersediaan sapi siap potong di Salatiga diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama sekitar 22 hari apabila seluruh sapi jantan dewasa dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar,” terang Eny.
Menipisnya pasokan juga berdampak pada kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional. Hari ini harga daging sapi telah mencapai Rp150.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada sapi hidup di tingkat peternak.
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Inna Kartikasari menjelaskan, kenaikan harga sapi belum tentu sepenuhnya menguntungkan peternak. Sebab, biaya produksi yang harus ditanggung peternak juga meningkat.
“Harga pakan ternak saat ini juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Karena itu perlu dihitung lebih lanjut dampak kenaikan harga sapi terhadap pendapatan peternak,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















