SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkap sebanyak 98,36 persen sampah telah dikelola dengan baik. Sementara yang belum tertangani masih sekitar 1,64 persen.
“Angka itu menunjukkan Salatiga berada di jalur yang baik, tapi tentu belum selesai. Masih ada PR besar untuk meningkatkan peran masyarakat agar lebih peduli dalam mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya,” kata Kepala DLH Salatiga, Yunus Juniadi, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Yunus menjelaskan, Kota Salatiga menargetkan pencapaian jangka panjang berupa zero waste dan zero emission dalam pengelolaan sampah. Menurutnya hal ini sejalan dengan program nasional yakni Menuju Indonesia Bersih Tahun 2029.
Meski begitu, ia menegaskan target tersebut bukan berarti Kota Salatiga bebas sepenuhnya dari sampah, melainkan bagaimana seluruh sampah yang dihasilkan dapat terkelola dengan baik dan masyarakat turut terlibat aktif dalam prosesnya.
“Target jangka panjang tentu tercapai zero waste dan zero emission. Kota bebas sampah itu bukan berarti tidak ada sampah sama sekali, tapi bagaimana sampah bisa dikelola, dan masyarakat berperan penuh, bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota saja,” katanya.
Berbagai program terus dijalankan, mulai dari penguatan peran bank sampah, optimalisasi TPS 3R, hingga inovasi Salatiga Kota Biopori untuk mengurangi sampah organik di tingkat rumah tangga.
“Peran warga itu sangat vital. Tanpa partisipasi masyarakat, target Indonesia Bersih 2029 sulit tercapai. Karena itu, kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar prinsip 3R benar-benar menjadi budaya,” lanjutnya.
Selain fokus pada penanganan sampah, DLH Salatiga juga mulai membuka komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk investor dan lembaga swasta, untuk menjajaki kerjasama pengelolaan sampah berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“Yang penting hasilnya positif dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target nasional. Semua pihak harus berkolaborasi,” pungkas Yunus.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















