SALATIGA, Beritajateng.id – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membawa konsep inovasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ke forum Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit ke-8.
Forum internasional ini digelar di Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026. Dalam forum ini, Walkot Robby menjelaskan bahwa kebijakan Kawasan Tanpa Rokok ini telah diperkuat dengan Perda Nomor 6 Tahun 2016, Peraturan Wali Kota, Pembentukan Satgas KTR, dan pemantauan melalui e-Monev Dashboard KTR.
“Pengendalian rokok harus didukung payung hukum yang kuat dan kolaborasi lintas sektor agar perlindungan kesehatan masyarakat bisa berjalan efektif,” kata Robby dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa, 27 Januari 2026.
Selain regulasi, Pemkot Salatiga juga menghadirkan inovasi RATAKOK (Rapat Tanpa Asap Rokok) dan Gen-STAR (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok). Program ini menyasar anak muda, remaja, ibu hamil, dan perokok pasif.
“Kami berupaya melindungi anak-anak, remaja, serta ibu hamil dari dampak buruk rokok, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Salatiga juga ditopang kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, akademisi, pemangku kepentingan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Melalui keikutsertaan dalam APCAT Summit ke-8, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan pengendalian tembakau, sekaligus berperan aktif dalam jejaring kota sehat di tingkat regional dan internasional,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















