SRAGEN, Beritajateng.id – Bupati Sigit Pamungkas memberikan apresiasi kepada para bidan atas pengabdian dan dedikasi mereka terhadap layanan kesehatan di masyarakat. Apresiasi ini disampaikan dalam momen Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.
Acara ini digelar di halaman Kompleks Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, Minggu, 21 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati Sigit turut menyerahkan cenderamata kepada jajaran IBI Kabupaten Sragen.
“Terima kasih kepada para bidan atas semua pengorbanan, waktu yang diberikan, dan berbagai hal yang ditinggalkan demi menjalankan profesi ini,” ujarnya.
Menurut Bupati Sigit profesi bidan tidak sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang memiliki peran besar dalam mendampingi masyarakat sejak awal kehidupan.
“Bidan bukan sekadar sebuah profesi, tetapi panggilan kemanusiaan. Tidak ada ucapan yang lebih pantas selain terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” katanya.
Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada IBI yang telah memasuki usia ke-75 tahun serta berharap para bidan terus menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sragen.
“Saya yakin IBI akan terus memberikan yang terbaik bagi pelayanan masyarakat Kabupaten Sragen. Teruslah bekerja secara profesional, teruslah memberikan pelayanan terbaik, dan teruslah menghadirkan senyum bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.
Ketua IBI Kabupaten Sragen, Sunarsi, mengatakan peringatan HUT ke-75 IBI tahun ini mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045.”
Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya peran bidan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sekaligus menyiapkan generasi unggul di masa depan.
“Tema ini mengingatkan kita betapa vitalnya peran bidan sebagai salah satu pilar bangsa. Kita dituntut untuk selalu mengedepankan pelayanan kebidanan yang humanis, berorientasi pada hak pasien, berpusat pada keselamatan perempuan dan anak, serta memegang tongkat estafet dalam mencetak Generasi Emas 2045 yang bebas stunting dan berkualitas,” ujarnya.
Sunarsi mengungkapkan, di balik tugas mulia tersebut para bidan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dedikasi yang diberikan di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri di pelosok desa sering kali menguras tenaga dan pikiran.
Karena itu, peringatan HUT IBI kali ini diisi dengan kegiatan senam bersama sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.
“Melalui kegiatan ini kita bisa melepas penat sejenak dari rutinitas pelayanan kesehatan. Sebab untuk melahirkan masyarakat yang sehat, bidannya sendiri juga harus sehat, bugar, dan bahagia,” katanya.
Sunarsi mengungkap saat ini terdapat 1.482 bidan yang bertugas di Kabupaten Sragen dan terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sragen untuk mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Semoga IBI semakin maju, profesional, bugar, dan terus mengabdi untuk kesehatan ibu, anak, dan keluarga Indonesia,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















