SRAGEN, Beritajateng.id – Sebanyak 36 anggota Linmas Kelurahan Sragen Tengah mengikuti pelatihan dan simulasi tanggap bencana. Kegiatan ini digelar di Pendopo Maskerebet pada Rabu, 10 Juni 2026.
Plt. Lurah Sragen Tengah, Yuni Kusumawati, mengatakan pelatihan menghadirkan materi sosialisasi dan simulasi kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pembinaan ketenteraman dan ketertiban umum dari unsur kecamatan.
“Agenda hari ini meliputi sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dari BPBD, kemudian sosialisasi dari Kasi Trantib terkait lingkungan serta simulasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Alhamdulillah, seluruh 36 anggota Linmas hadir mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat seperti bencana sekaligus mendukung Kelurahan Sragen Tengah yang mewakili Kabupaten Sragen dalam Lomba Kampung Pancasila tingkat nasional.
Yuni berharap melalui kegiatan tersebut, anggota Linmas semakin siap menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat maupun menjaga ketenteraman lingkungan.
Dalam sesi materi, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Sragen, Bintoro Prasetyo, menjelaskan berbagai potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat di Sragen, mulai dari banjir, kekeringan, angin kencang saat pancaroba, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran.
“Selain bencana alam, terdapat pula bencana sosial seperti konflik yang perlu diantisipasi. Dalam kondisi darurat, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD terus melakukan berbagai langkah mitigasi. Diantaranya pemasangan early warning system (EWS) di sejumlah wilayah rawan bencana. Salah satunya berada di Kecamatan Kalijambe yang memiliki risiko patahan tanah di kawasan Situs Warisan Dunia Sangiran, serta pemasangan alat pendeteksi gempa di Kecamatan Jenar.
Sementara itu, Kasi Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Sragen, Baharudin, menegaskan peran Linmas sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar di masyarakat, khususnya dalam bidang ketentraman dan ketertiban umum.
“Tugas Linmas sangat penting. Karena itu, anggota Linmas perlu dibekali peralatan yang memadai dan rutin mengikuti pelatihan kebencanaan agar memahami dasar-dasar penanganan bencana,” katanya.
Ia mengingatkan agar anggota Linmas selalu mengutamakan keselamatan diri saat bertugas.
“Jangan sampai kita bertugas membantu masyarakat, tetapi justru menjadi korban karena kurang memahami prosedur keselamatan,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















