REMBANG, Beritajateng.id – Para pedagang di lapak Rembang Expo 2025 meminta agar promosi event lebih digencarkan. Hal ini lantaran sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang asal Jepara, Rendi mengaku rutin mengikuti Rembang Expo 2025 yang diadakan selama sepekan sejak 25-31 Juli 2025 itu. Namun, ia menilai event tahun ini mengalami penurunan terutama dari sisi promosi dan penataan stand yang kurang maksimal.
Ia mengungkap, meskipun pengunjung tetap ada, namun daya beli masyarakat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perbandingan sama tahun kemaren menurun. Kalau ramai pengunjung sih tetap, cuma daya beli agak berkurang, sama penataan, karena kalau dulu konsepnya lebih rapi,” ungkap Rendi.
Meski begitu, Rendi mengaku tetap penghasilan dari mengikuti Rembang Expo 2025 tetap menguntungkan, terlebih dengan biaya sewa lapak yang menurutnya masih sesuai.
“Ya, saya pribadi worth it, cuma tidak tahu teman-teman yang lain, karena kan sesuai dagangan masing-masing. Kalau saya masih masuklah,” tambahnya.
Ia berharap konsep acara selanjutnya lebih diperhatikan, serta promosi lebih digencarkan agar antusiasme pengunjung kembali meningkat.
Hal senada disampaikan oleh Ulaningsih, pelapak kuliner dari Mondoteko, Rembang. Menurutnya sistem penyelenggaraan yang kini bersifat mandiri membuat pelaku usaha harus menyewa stand, berbeda dengan tahun sebelumnya yang disediakan secara gratis.
“Untuk tahun ini agak berkurang sih, tapi ya Puji Tuhan lumayan lah. Kebetulan untuk biaya sewa saya nutup,” katanya.
Ulaningsih juga menyoroti kurangnya informasi yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan Rembang Expo 2025.
“Mungkin harapannya untuk expo kedepan untuk EO-nya mungkin lebih perbanyak marketingnya, untuk memberi tahu bahwa disini ada expo kayak gitu. Kayaknya itu banyak teman-teman juga pada belum tahu,” ujarnya.
Ia menyoroti adanya anggapan mahal pada produk-produk yang dijajakan dalam Rembang Expo 2025.
“Untuk teman-teman juga pada mengeluh dikiranya expo ini jualannya mahal-mahal, padahal kalau kita saya sendiri pribadi untuk harga masih sama seperti kita jualan di rumah,” jelasnya.
Berbeda dengan Rendi dan Ulaningsih, Tarni pedagang kuliner lokal yang mendapatkan lokasi strategis di dekat panggung luar, merasa penjualan di Rembang Expo tahun ini lebih baik.
“Penjualan tahun ini lebih bagus daripada tahun kemarin. Setiap expo pasti ikut. Penghasilan kayaknya lebih besar sekarang daripada kemarin. Dulu standnya di samping pos, sekarang di sini,” ujarnya.
Ia berharap expo selanjutnya bisa semakin baik dan memberi manfaat lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Utia Lil















