BLORA, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan kepada warga Kabupaten Blora mengenai adanya potensi hujan deras disertai angin kencang di akhir tahun ini.
Kepala BPBD Blora, Mulyowati mengatakan, musim hujan 2025 datang lebih awal akibat adanya hidrometeorologi. Menurutnya kondisi intensitas cuaca untuk curah hujan di wilayah Blora memiliki perbedaan di setiap wilayah. Namun, setiap hari pasti dilanda hujan dengan waktu pagi, siang, sore atau malam.
“Hujan yang tidak menentu dengan durasi yang tinggi akan membawa angin. Berbagai laporan sudah banyak terjadi hujan deras dan menimbulkan genangan air, yang tidak menyebabkan banjir,” terang Mulyowati, Selasa, 4 November 2025.
Untuk mengantisipasi adanya bencana alam, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para kades mengenai perkiraan cuaca di hari berikutnya.
“Adanya longsor, banjir dan angin puting beliung ini mulai harus siaga jika ada kebencanaan tersebut,” katanya.
Mulyowati menjelaskan, berdasarkan data BPBD untuk potensi wilayah banjir ada di Blora bagian Barat dan Selatan yang meliputi Kecamatan Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Jati, Randublatung dan Kedungtuban.
“Potensi banjir di Blora itu diakibatkan oleh luapan Sungai Wulung dan Lusi, lahan-lahan yang tidak bisa menyerap air, sungai-sungai kecil sudah besar,” katanya.
“Terlebih, kami melakukan pengecekan di beberapa aliran sungai itu banyak lahan dan pohon yang sudah tidak mampu menyerap air,” tambahnya.
Sementara untuk potensi angin puting beliung di Blora ada di bagian Selatan. Yakni di wilayah Kecamatan Jati, Kedungtuban dan Randublatung. Mengenai hal ini, pihaknya sering melakukan koordinasi terkait penebangan pohon rawan tumbang di pinggir jalan akibat angin kencang.
“Akhir-akhir ini banyak pohon tumbang dan ketika tumbang maka jadi tanggung jawab BPBD. Karena cuaca akhir tahun ini pasti angin kencang ditambah hujan lebat. Kami menghimbau kepada warga untuk berhati-hati dengan kondisi puncak cuaca musim hujan,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















