REMBANG, Beritajateng.id – 170 Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) di Rembang telah beroperasi. Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang, M. Mahfudz menuturkan, beberapa koperasi saat ini sudah mulai beroperasi dengan melayani transaksi keuangan masyarakat desa.
“Data terakhir kami sekitar 170-an. Sementara yang sudah murni berbisnis, misalnya di LPG atau penjualan sembako, itu sekitar lima sampai enam yang sudah benar-benar operasional,” ujarnya saat ditemui Beritajateng.id, Selasa, 18 November 2025.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah melakukan survey dan pendataan aset calon lokasi pembangunan gerai, gudang, dan kantor Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di 294 desa dan kelurahan oleh TNI, Babinsa, dan pemerintah desa.
“Ini untuk melihat potensi-potensi tanah yang bisa dipersiapkan, harus memenuhi kriteria strategis, status kepemilikannya, dan tidak berada di lokasi rawan bencana,” katanya.
Ia mengatakan, survey itu menindaklanjuti Inpres Nomor 17 Tahun 2025 yang menargetkan pembangunan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Dari survey itu, terungkap beberapa hambatan seperti 30 desa yang belum memiliki aset tanah sehingga belum bisa mengajukan pembangunan, lahan di beberapa desa tidak memenuhi syarat karena kurang dari 1.000 meter persegi, serta desa yang berencana menggunakan skema pinjam pakai aset milik pemerintah daerah.
Untuk desa yang lahannya sudah siap, Mahfudz menegaskan akan langsung masuk tahapan pembangunan oleh Agrinas dengan pengawalan TNI.
“Semua terus berjalan. Ada yang aset tanahnya sudah siap, ada yang baru mau pinjam, dan ada yang tidak mempunyai tanah sama sekali,” pungkasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















