KUDUS, Beritajateng.id – Kuota ibadah haji bagi jemaah reguler asal Kabupaten Kudus dipastikan bertambah pada 2026 mendatang. Penambahan ini seiring dengan adanya kebijakan baru dalam Undang-Undang Nomor 14 nomor 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Kebijakan baru tersebut diketahui mengubah mekanisme lama menjadi lebih berkeadilan. Penentuan kuota kini didasarkan pada tiga pendekatan utama yakni panjang daftar tunggu tiap provinsi, jumlah penduduk muslim, serta kombinasi keduanya.
Dengan formula ini, provinsi dengan masa tunggu lebih panjang akan mendapatkan jatah lebih besar demi pemerataan nasional.
Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kudus, Muhammad Ulin Nuha, menyampaikan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan tambahan kuota cukup signifikan.
“Kuota jemaah haji Jateng bertambah 4.000, sehingga totalnya menjadi 34.112. Penambahan ini tentu berdampak pada alokasi Kudus,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.
Meskipun pembagian kuota tingkat kabupaten/kota masih menunggu keputusan resmi, Ulin memastikan kuota untuk Kabupaten Kudus akan naik.
Ia mengungkap pada 2025 ini, Kudus memperoleh kuota sebanyak 1.400 jemaah. Dengan adanya regulasi baru, penambahan diperkirakan berada pada kisaran 100 hingga 200 kursi.
“Kudus pasti bertambah karena kuota provinsi naik, hanya mekanisme detailnya masih menunggu dari Kanwil,” tambahnya.
Menurutnya kebijakan pembagian kuota berbasis daftar tunggu ini diterapkan pemerintah untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Rata-rata masa tunggu haji nasional saat ini berada di angka 26 tahun, namun Kudus tercatat masih lebih panjang, yakni mencapai 32 tahun.
Artinya, calon jemaah yang mendaftar pada tahun ini diproyeksikan baru akan berangkat pada 2054 mendatang. Meski masa tunggu cukup panjang, Ulin mengungkap minat masyarakat Kudus untuk mendaftar tidak surut.
Setiap hari, Kantor Kemenag Kudus menerima 10 hingga 25 pendaftar baru, didominasi generasi muda yang mulai merencanakan ibadah haji sejak dini.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak anak muda yang mulai sadar pentingnya mendaftar lebih awal,” kata Ulin.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















