SALATIGA, Beritajateng.id – Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, membagikan kisah perjalanan hidupnya dari seorang ibu rumah tangga hingga menjadi pimpinan daerah di momen perayaan Hari Ibu.
Ia mengatakan, kisah hidup hingga terjun ke karier politik ini diceritakan kepada masyarakat dengan tujuan untuk mendorong semangat perempuan agar tidak ragu terjun ke dunia politik.
Nina mengatakan, mulanya dia adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha. Ia kemudian mulai terjun ke panggung politik dan tercatat dua kali menjadi kontestan di Pemilihan Legislatif.
Keputusan terjun lebih jauh ke dunia politik itu, kata dia, lahir dari dorongan keluarga besar yang memang lekat dengan aktivitas politik. Dukungan tersebut menjadi pijakan kuat baginya untuk terus melangkah.
“Keberanian saya terjun ke politik karena ingin memberi manfaat yang lebih luas. Tapi yang paling utama adalah izin suami dan doa ibu saya. Tanpa itu, saya tidak mungkin sampai di titik ini (menjabat Wakil Wali Kota Salatiga),” ungkap Nina saat menjadi narasumber dalam Podcast “Ngode” (Ngobrolin Demokrasi) yang digelar KPU Kota Salatiga, Senin, 22 Desember 2025.
Menurutnya, terjun ke dunia politik memang banyak lika-likunya. Ia juga tidak menampik bahwa peran sebagai Wakil Wali Kota menuntut pengorbanan besar, terutama waktu bersama keluarga. Namun, Nina ingin membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran strategis dalam demokrasi tanpa meninggalkan jati dirinya.
“Korban waktu sudah pasti. Saya harus meninggalkan waktu bersama suami dan anak-anak demi melayani masyarakat. Tapi ini semua saya lakukan karena ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa bermanfaat dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan di dunia politik,” tegasnya.
Saat bercerita tentang kampanye Pilkada, Nina mengungkapkan, pada masa itu banyak pengalaman berharga yang didapat. Ia banyak mendengar langsung aspirasi warga dan belajar memahami kebutuhan masyarakat dari dekat.
Awalnya Nina mengaku memang sempat pesimis karena berhadapan dengan figur dan tim kuat. Tetapi menurutnya kerja keras tidak akan membohongi hasil.
“Alhamdulillah, akhir pertarungan kami menang. Dan rasanya luar biasa ketika menang, sampai tidak bisa tidur,” ucapnya.
Setelah resmi menjabat, tantangan baru pun datang. Nina mengaku masih harus terus belajar mengatur waktu antara tugas negara dan keluarga. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan lebih sering mengajak keluarga dari Yogyakarta untuk berkunjung ke Salatiga agar kedekatan tetap terjaga.
Di luar tugas pemerintahan, Nina tetap membawa semangat kewirausahaan yang selama ini melekat pada dirinya. Salah satu fokus kebijakan yang ia dorong adalah pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM.
“Kami memfasilitasi pendampingan teknologi digital agar UMKM di Salatiga bisa naik kelas dan berkembang secara modern,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















