SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan percepatan terhadap sejumlah proyek infrastruktur, terutama drainase. Percepatan ini penting menjelang masuknya musim hujan setelah kemarau.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan seluruh pekerjaan baik proyek drainase maupun perbaikan jalan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember, sebelum memasuki puncak musim hujan.
“September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20,” katanya, Kamis, 24 September 2026.
Ia menjelaskan, beberapa pekerjaan yang sebelumnya sempat dihentikan karena berpotensi mengganggu lalu lintas kini kembali dilanjutkan. Salah satunya pekerjaan drainase di Jalan Pierre Tendean.
Selain Jalan Pierre Tendean, DPU juga mempercepat pengerjaan drainase di kawasan Gajah serta pekerjaan pendukung di kawasan Simpang Lima.
“Untuk Jalan Pierre Tendean drainase, kemudian Gajah juga drainase. Kalau Simpang Lima ini drainase untuk lapak-lapak PKL diperbesar karena selama ini kecil dan menimbulkan bau,” jelasnya.
Menurut Suwarto, saluran di kawasan Simpang Lima juga akan dibuat lebih mudah dalam proses pemeliharaan dan pembersihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi genangan banjir dan meningkatkan fungsi sistem drainase.
Suwarto menegaskan, penanganan drainase menjadi salah satu perhatian DPU Kota Semarang untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sebelumnya, sejumlah kawasan seperti Simpang Lima dan Jalan Pahlawan juga telah dilakukan penanganan. DPU bahkan menyiapkan penggantian bagian saluran di kawasan Pahlawan menggunakan grill berbahan steel.
Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan. Sistem ini diharapkan dapat mengarahkan aliran air dari kawasan Jalan Diponegoro menuju saluran sabuk Sriwijaya sehingga tidak langsung mengalir ke kawasan Simpang Lima.
“Supaya air yang loncat dari Diponegoro itu tidak langsung ke Simpang Lima, tetapi masuk ke saluran sabuknya Sriwijaya,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah pekerjaan infrastruktur yang belum tuntas pada 2026 diproyeksikan berlanjut pada 2027. Salah satunya pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan Tanjung Mas, Citarum, serta sejumlah ruas yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Utia Lil















