BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Buluroto, Kecamatan Banjarejo menyiapkan lahan untuk warga setempat yang rumahnya terdampak tanah ambles. Hal ini lantaran fenomena yang diduga akibat gerusan Sungai Lusi itu semakin meluas hingga merusak bangunan rumah warga.
“Kita pinginnya direlokasi karena berbahaya. Yang penting pindah dulu. Tapi warga (korban) belum berkenan. Lahannya sudah ada milik desa,” kata Kepala Desa (Kades) Buluroto, Margono, Jumat, 2 Januari 2026.
Margono mengakui belum mengirimkan surat kepada instansi terkait atas terjadinya tanah ambles yang menimpa tiga rumah warga setempat. Hal itu karena menurutnya instansi terkait sudah mengetahui, karena jajaran Polsek hingga Dinas Sosial telah mengirimkan bantuan kepada tiga keluarga yang terdampak.
“Kalau memang diperlukan surat secara resmi dalam penanganan tanah ambles, besok Senin saya kirimkan,” katanya.
Lebih lanjut, terkait sejarah tanah ambles yang menimpa desanya, Margono mengaku tidak mengetahui apapun. Meskipun pihaknya telah menjabat sebagai kades lebih dari 8 tahun atau dua periode berjalan.
“Laporan yang saya terima baru-baru saja. Kalau berapa kali saya belum tau,” ungkapnya.
Disisi lain, Margono menjelaskan bahwa Sungai Lusi yang melintasi desanya memiliki panjang sekitar 4 kilometer. Namun pemasangan bronjong di Sungai Lusi yang dilakukan oleh BBWS Pamali Juana, untuk mengantisipasi tanah longsor hanya ada di 4 titik.
“Per titik bronjong itu panjangnya beda-beda. Antara 30 meter hingga 50 meter. Untuk keluhan baru disitu saja,” katanya.
Sementara itu, BBWS Pamali Juana belum dapat memberikan jawaban atas fenomena tersebut. Namun sebelumnya Dinas PUPR Kabupaten Blora mengungkapkan telah berkomunikasi dengan BBWS Pamali Juana, untuk melakukan inspeksi pada pekan depan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















