KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Dua kendaraan terlibat dalam kecelakaan di ruas Tol Semarang-Solo KM 426 4A, tepatnya di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 05.20 WIB.
Dua kendaraan itu yakni Toyota Hiace dengan Nopol B 7047 PXU yang membawa rombongan suster gereja dari Jakarta dan Mitsubishi Truck Crane bernopol B 9241 VB.
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani mengatakan, akibat kecelakaan ini satu penumpang Toyota Hiace meninggal dunia.
“Itu mobil rombongan, jenisnya Toyota Hiace dengan Mitsubishi truck crane. Dan tadi sempat kami tanya, informasi dari para penumpang Hiace itu rombongan kesusteran dari gereja di Tanjung Priok, Jakarta yang mau lawatan seperti takziah gitu di wilayah Bawen, Kabupaten Semarang,” kata AKP Lingga.
AKP Lingga mengungkap, kronologi kecelakaan diduga karena sopir Hiace yakni TA (56) asal Batam, mengantuk. Mobil itu sendiri mengangkut rombongan dari Yayasan Susteran Marsudirini, Jakarta.
“Dugaan kami sopir Hiace ini mengantuk berat, sehingga Hiace itu menabrak tepat di posisi tengah bak truk crane tersebut. Kemungkinan sopir sempat mau menghindar, tapi jarak yang begitu dekat akhirnya kendaraan Hiace itu menabrak truk dari belakang,” kata AKP Lingga.
Selain menyebabkan satu korban meninggal, kata dia, kecelakaan itu juga mengakibatkan enam dari 14 penumpang Hiace mengalami luka ringan.
“Untuk korban luka berat nihil, tapi ada satu korban meninggal dunia itu atas nama Terodius Heru Sucahya (57) berjenis kelamin laki-laki asal Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, beliau meninggal dunia dalam posisi keadaan luka-luka di kepala, dan lecet pada kaki sebelah kiri,” jelasnya.
Sementara pengemudi truk crane yakni Andi Slamet Suwandi (55), warga Lampung, dalam kondisi baik.
“Kami masih menangani korban-korban, dan Alhamdulillah semua korban sudah tertangani semuanya di RSUD Ungaran, dan untuk tindak lanjut kami berikutnya kami melakukan lidik dan penyelidikan kepada pengemudi Hiace, tapi kami tunggu beliau pulih dulu karena kondisinya masih syok berat,” jelasnya.
AKP Lingga menambahkan, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian material dengan total perkiraan sebesar Rp5 juta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















