KUDUS, Beritajateng.id – Sejumlah warga di Kabupaten Kudus mulai mengungsi ke posko pada Selasa, 13 Januari 2026. Hal ini lantaran banjir merendam rumah permukiman warga di lima kecamatan dengan ketinggian 20-50 centimeter akibat curah hujan tinggi.
Warga yang sudah mulai mengungsi yakni berasal dari Desa Pasuruhan Lor (Kecamatan Jati), Desa Ngembalrejo (Kecamatan Bae), dan Desa Temulus (Kecamatan Mejobo).
Sebanyak 30 warga Desa Ngembalrejo mengungsi ke Masjid Al Huda, Ponpes Alfath, dan rumah warga RT2 dan RT4 yang masih aman. Kemudian, sebanyak 24 warga Desa Pasuruhan Lor mengungsi ke TK Khurriyatul Fikri. Lalu sebanyak 40 warga Desa Temulus mengungsi di MI Hidayatus Shibyan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung lokasi banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati pada Selasa, 13 Januari 2026. Ia memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan terpadu.
Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 12 hingga 19 Januari 2026. Pemkab Kudus pun memberikan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta bantuan uang tunai untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Penetapan status tanggap darurat kami ambil agar penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain meninjau Dukuh Goleng, Bupati Kudus juga melanjutkan peninjauan ke posko pengungsian dan dapur umum di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Di lokasi tersebut, Bupati menyerahkan bantuan berupa selimut, matras, beras, serta makanan siap saji, sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi dalam kondisi aman dan tercukupi.
“Kami pastikan kebutuhan dasar pengungsi tercukupi. Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI, Polri, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang terus bersinergi membantu penanganan banjir ini. Kami juga telah menginstruksikan jajaran puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi, khususnya kelompok rentan,” ungkapnya.
Terkait penanganan jangka panjang, Bupati Sam’ani menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan asesmen teknis. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta mengusulkan pembangunan embung kepada pemerintah pusat sebagai langkah pengendalian banjir ke depan.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Kudus masih tinggi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















