KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memprioritaskan upaya penanganan banjir yang masih melanda enam kecamatan di wilayah tersebut. Salah satunya mengoptimalkan operasional Pintu Air Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan jati.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pun meninjau langsung Pintu Air Tanggulangin guna memastikan seluruh langkah teknis pengendalian banjir berjalan optimal. Ia berharap upaya ini menurunkan genangan air di wilayah terdampak.
Upaya pengendalian dilakukan melalui pengoperasian seluruh pintu air dan lima unit pompa dengan kapasitas total 5,5 meter kubik per detik selama kurang lebih tujuh jam. Langkah tersebut berhasil menurunkan ketinggian air bajir hingga sekitar 30 sentimeter.
“Kami mengecek langsung Pintu Air Tanggulangin untuk memastikan pengoperasian pintu air dan pompa berjalan optimal. Selama kurang lebih tujuh jam, Alhamdulillah ketinggian air bisa turun sekitar 30 sentimeter,” kata Sam’ani, Kamis, 15 Januari 2026.
Bupati Sam’ani mengatakan, penanganan banjir dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Kudus, TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan relawan. Saat ini tercatat ada tujuh titik pengungsian dengan total sekitar 650 pengungsi yang tersebar di sejumlah lokasi.
“Kami terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, BBWS, dan relawan agar pengendalian banjir berjalan cepat dan efektif. Saat ini masih terdapat tujuh titik pengungsian dengan sekitar 650 pengungsi. Kondisi pengungsi terpantau baik, layanan kesehatan serta pemenuhan gizi juga terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Direksi Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Nizar Raharjo, menjelaskan pengendalian dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia, meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.
“Pengoperasian dilakukan dengan membuka seluruh pintu air dan mengaktifkan lima unit pompa berkapasitas 5,5 meter kubik selama kurang lebih tujuh jam. Kendala di lapangan adalah banyaknya sampah dan eceng gondok yang menghambat aliran air, namun tetap kami tangani secara bertahap,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus terus memantau perkembangan kondisi banjir dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, serta mendukung upaya pengendalian dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















