JEPARA, Beritajateng.id – Sebanyak 3.149,5 hektar sawah di Kabupaten Jepara terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ribuan hektar sawah yang kebanjiran itu tersebar di 14 kecamatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, mengatakan banjir berdampak signifikan terhadap area persawahan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan dataran rendah dan hilir sungai.
“Update hingga pukul 18.15 WIB hari ini, total sawah yang terdampak banjir mencapai 3.149,5 hektare yang tersebar di 14 kecamatan,” ujarnya, Selasa, 13 Januari 2026.
Pihaknya pun saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui tingkat kerusakan tanaman padi yang terdampak banjir. Sementara itu, terkait penetapan status puso (gagal panen), DKPP Jepara menegaskan kewenangan tersebut berada di tingkat provinsi.
“Untuk penentuan puso itu kewenangan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) provinsi. Kami di daerah saat ini masih menunggu hasil dan keputusan dari provinsi,” jelasnya.
DKPP Jepara terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan penyuluh pertanian lapangan guna memastikan data yang dihimpun akurat serta menjadi dasar pengajuan langkah penanganan dan bantuan bagi petani terdampak.
Berikut adalah data lahan sawah terdampak banjir di masing-masing kecamatan:
- Kecamatan Welahan 911 hektar
- Kecamatan Kalinyamatan 728 hektar
- Kecamatan Donorojo 297 hektar
- Kecamatan Mayong 267 hektar
- Kecamatan Kedung 239 hektar
- Kecamatan Pecangaan 235 hektar
- Kecamatan Keling 158 hektar
- Kecamatan Nalumsari 92 hektar
- Kecamatan Mlonggo 65 hektar
- Kecamatan Bangsri 65 hektar
- Kecamatan Tahunan 36 hektar
- Kecamatan Kembang 30 hektar
- Kecamatan Jepara 25,5 hektar
- Kecamatan Batealit 1 hektar.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















