KUDUS, Beritajateng.id – Banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus berangsur surut pada Kamis, 22 Januari 2026. Penyurutan banjir ini seiring dengan intensitas hujan yang mulai menurun di daerah tersebut.
“Saat ini sudah ada wilayah-wilayah tergenang banjir yang mulai surut,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko.
Eko menyebut warga di empat posko pengungsian mulai kembali ke rumah masing-masing. Posko tersebut yakni di Gedung NU Center Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati, TK Pertiwi Balai Desa Kesambi dan Madrasah Hidayatus Shibyan Desa Temulus Kecamatan Mejobo serta Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.
“Empat posko pengungsian ini sudah kosong, warga terdampak banjir sudah kembali ke rumahnya karena genangan air di jalan maupun di rumah sudah surut. Masyarakat sudah bisa beraktivitas normal kembali,” ungkapnya.
Meski begitu, Eko mengungkap beberapa wilayah masih tergenang banjir. Diantaranya yakni di Desa Karangrowo Kecamatan Undaan dan Desa Payaman Kecamatan Mejobo.
Pihaknya memprediksi ketinggian air di kedua wilayah itu bisa segera surut dalam beberapa hari terakhir apabila intensitas hujan rendah.
“Jika intensitas hujan tidak tinggi seperti beberapa hari terakhir ini, perhitungan kami hari Sabtu (24/1) atau Minggu (25/1) genangan air mulai surut dan pengungsi bisa kembali ke rumah. Karena genangan air kemarin sudah surut 40 centimeter dan hari ini surut lagi sekitar 30 centimeter,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Kudus, tercatat masih ada 17 desa di lima kecamatan yang tergenang banjir. Kemudian 23.578 warga masih terdampak banjir dan 2.244 diantaranya berada di posko pengungsian.
“Saat ini masih ada warga yang mengungsi di 11 titik posko pengungsian. Serta ada 13 dapur umum yang masih beroperasi menyediakan kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir, baik itu di posko pengungsian maupun yang di rumah,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















