KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan permohonan bantuan anggaran penanganan bencana sebesar Rp394,2 miliar kepada pemerintah pusat.
Bupati Sam’ani Intakoris pun mengunjungi langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengkoordinasikan langkah penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Kudus pada awal tahun ini.
Sebelumnya, Bupati Sam’ani mengungkap banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kudus mengakibatkan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga pemukiman warga. Berdasarkan hasil inventarisasi sementara, total potensi kerugian ditaksir menembus Rp533 miliar.
“Total potensi kerugian akibat banjir sekitar Rp533 miliar. Kami mengusulkan bantuan anggaran penanganan ke BNPB supaya bisa direkomendasikan ke Kementerian PU,” ujar Sam’ani kepada awak media pekan lalu.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi intensif agar proses pemulihan bisa segera dilakukan, terutama pada sektor infrastruktur yang terdampak cukup parah.
Sejumlah ruas jalan menjadi perhatian utama, termasuk Jalan Agil yang merupakan jalan kabupaten. Saat ini ruas jalan tersbeut telah masuk dalam prioritas program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
“Jalan Agil dan beberapa ruas lain nantinya akan diperbaiki oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” tegasnya.
Menurut Sam’ani, pemerintah pusat telah menunjukkan komitmen kuat untuk membantu pemulihan Kudus. Kendati demikian, pelaksanaan teknis serta jadwal pengerjaan sepenuhnya berada di bawah kewenangan kementerian terkait.
“Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh pemerintah pusat. Untuk waktu mulai pengerjaan kami masih menunggu karena sepenuhnya menjadi kewenangan pusat,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Kudus juga mendorong percepatan rehabilitasi jaringan drainase, jembatan, serta fasilitas publik lainnya agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Upaya koordinasi lintas instansi terus dilakukan supaya bantuan yang dikucurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.
Pemkab berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera terealisasi mengingat dampak bencana masih dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















