BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendorong dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Wakil Bupati sekaligus Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG), Sri Setyorini, mengungkap saat ini belum semua SPPG yang beroperasi di Blora memiliki IPAL. Hal ini menurutnya akan berdampak pada lingkungan jika tidak segera diterapkan.
“Untuk kedepan demi lingkungan, agar tidak terjadi pencemaran alangkah baiknya SPPG memiliki IPAL,” ujar Budhe Rini, sapaan akrabnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan jumlah SPPG yang beroperasi di Kabupaten Blora semakin bertambah. Berdasarkan data terakhir, ada sebanyak 71 dapur SPPG yang terlah berdiri dan aktif melayani program MBG.
Menurutnya, IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta sanitasi lingkungan dapur, sehingga tidak mengganggu masyarakat di sekitar lokasi SPPG.
Meski saat ini belum ada laporan terkait pencemaran lingkungan akibat SPPG, Wabup Rini menegaskan agar pihak mitra dan yayasan yang mengurus SPPG segera membuat IPAL.
“Memang saat ini sudah bagus. Tidak ada laporan kekurangan makanan yang diterima anak-anak. Untuk ke depan jangan sampai ada yang komplain soal air limbah,” bebernya.
Adapun beberapa SPPG yang telah memiliki IPAL dan layak dicontoh yakni SPPG Ngawen Satu dan SPPG Polres Dua yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















