SEMARANG, Beritajateng.id – Sebanyak 55 jabatan lurah di jajaran Pemerintah Kota Semarang masih kosong. Untuk sementara posisi tersebut kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Kekosongan ini menjadi perhatian serius Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti. Sebab kekosongan jabatan lurah dapat berdampak pada efektivitas pelayanan di tingkat kelurahan.
Ia mengakui pengisian jabatan lurah bukan perkara mudah, karena tidak sedikit aparatur sipil negara (ASN) yang enggan ditempatkan sebagai lurah.
“Bulan ini sudah kami jadwalkan untuk pengisian. Ada sekitar 55 lurah yang masih kosong dan saat ini diisi Plt,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Agustina mengungkap, sebelumnya Pemkot telah mencoba pendekatan komunikatif terhadap para ASN dalam menentukan penempatan. Sejumlah pertimbangan personal turut diakomodasi.
Namun dalam praktiknya, ia mengungkap banyak calon pejabat menyampaikan keberatan, mulai dari lokasi tugas yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal hingga alasan keluarga.
“Kami sempat komunikasikan satu per satu. Tapi karena terlalu banyak permintaan, akhirnya justru menyulitkan prosesnya,” katanya.
Kondisi tersebut menurutnya membuat pengisian jabatan berjalan kurang efektif, sementara kebutuhan kepemimpinan definitif di kelurahan semakin mendesak.
Agustina menyebut, kekosongan yang terus bertambah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, Pemkot kini mengambil langkah tegas dengan menggunakan kewenangan penuh dalam penempatan jabatan lurah agar roda pelayanan masyarakat tetap optimal.
“Sekarang kami gunakan kewenangan yang ada supaya jabatan lurah segera terisi dan pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” tegasnya.
Pihaknya menargetkan seluruh proses pengisian jabatan yang terdampak rotasi dapat rampung dalam waktu dekat.
“Kami targetkan sebelum 20 Februari 2026 semuanya sudah selesai,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















