KUDUS, Beritajateng.id – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meresmikan jembatan di Dukuh Lundrak, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang selesai diperbaiki. Jembatan ini sebelumnya ambrol akibat tergerus banjir bandang saat cuaca ekstrem terjadi.
Dengan peresmian jembatan di H-4 Idulfitri itu, Bupati Sam’ani menuturkan masyarakat dapat melalui akses utama antara Dukuh Lundrak dan Dukuh Kambangan tersebut dengan aman.
Sam’ani mengatakan perbaikan jembatan dilakukan secara cepat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama menjelang momentum Lebaran.
“Hari ini kita resmikan jembatan di Desa Menawan. Sebelumnya jembatan ini tergerus banjir bandang dengan kerusakan sekitar 60 persen. Alhamdulillah bersama jajaran Forkopimda, dinas PUPR, serta warga setempat bisa selesai dalam dua minggu,” ucap Bupati di sela-sela peresmian.
Menurut dia, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga budaya warga di kawasan tersebut.
Ia menyebut hampir seluruh anak sekolah di wilayah seberang sungai menggunakan akses tersebut setiap hari untuk berangkat ke sekolah.
“Ini akses yang sangat penting. Anak-anak sekolah hampir 100 persen lewat sini. Selain itu juga menjadi jalur sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Secara teknis, jembatan yang telah diperbaiki memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Untuk memperkuat konstruksi, jembatan dilengkapi lapisan beton serta kerangka baja sehingga dinilai lebih aman untuk dilalui kendaraan.
Kendati demikian, Sam’ani mengakui masih terdapat kemungkinan lendutan kecil pada konstruksi jembatan. Namun hal tersebut masih dalam batas toleransi dan akan disempurnakan kembali pada tahap berikutnya.
“Kualitasnya sudah sekitar 80 persen. Kalau nanti ada lendutan sekitar 0,25 persen masih dalam batas toleransi. Nanti akan kita sempurnakan lagi, termasuk pengaspalan,” terangnya.
Ia menegaskan perbaikan jembatan tersebut bukan semata dilakukan karena mendekati Lebaran, melainkan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sam’ani juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat yang bergotong royong memperbaiki jembatan.
“Ini hasil kerja bersama. Berkat gotong royong TNI, Polri, pemerintah, dan warga, jembatan ini bisa selesai tepat waktu dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Sebelumnya, jembatan tersebut mulai ambrol pada 12 Januari 2026 setelah pilar bagian timur tergerus derasnya arus sungai hingga mengalami kerusakan berat. Akibatnya, akses warga sempat terputus dan menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama warga RW 4 Desa Menawan.
Sebagai solusi darurat, warga bersama aparat keamanan setempat membangun jembatan bambu secara swadaya agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan dilakukan menggunakan metode penguatan struktur dengan selimut beton dan susunan batu untuk meningkatkan ketahanan konstruksi.
Anggaran yang digunakan untuk penanganan tersebut berasal dari dana pemeliharaan rutin pemerintah daerah dengan nilai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















