BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak enam masjid yang berada di titik strategis di Kabupaten Blora disiapkan untuk menjadi tempat istirahat bagi pemudik. Hal ini sebagai bagian dari program Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora, Sunyoto, mengatakan enam masjid itu berada di ruas yang berpotensi ramai. Pihaknya pun menjamin fasilitasnya layak, termasuk parkir luas.
“Masjid-masjid ini telah mendapatkan SK (surat keputusan) dari Kemenag. Sehingga disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik untuk beristirahat, beribadah, maupun sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Keenam masjid itu yakni Masjid Baitul Makmur di Desa Trembul Kecamatan Ngawen, yang berada di ruas Jalan Purwodadi-Blora. Selanjutnya Masjid Istikmal di Jalan Raya Blora-Rembang, Desa Sendangharjo, serta Masjid At-Taqwa di Kecamatan Randublatung.
Kemudian Masjid Al Gomamah di dekat Kompleks Bayangkara Kecamatan Jepon atau pada ruas jalan nasional Blora-Cepu. Lalu Masjid Baiturrohman di Kecamatan Cepu, serta Masjid Baitunnaim di Kecamatan Menden.
“Harapannya pemudik bisa memanfaatkan masjid ini untuk beristirahat dengan aman dan nyaman, sehingga perjalanan tetap lancar dan kondisi pengemudi tetap prima,” harapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap di titik-titik masjid tersebut terdapat fasilitas yang mendapatkan subsidi dari Baznas Blora, seperti coffe break, air minum hingga pijat berbayar yang juga bersubsidi.
“Para pemudik bisa rehat di area masjid. Selanjutnya bisa menikmati fasilitas yang sudah disediakan oleh marbot,” katanya.
Ia mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara ketika lelah. Menurutnya, memanfaatkan titik-titik istirahat seperti masjid menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Jika merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak dan beristirahat di tempat yang sudah disediakan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















