PEKALONGAN, Beritajateng.id – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyoroti perlunya peningkatan etos kerja ASN setelah libur panjang Lebaran. Hal itu ia sampaikan saat Apel Luar Biasa Hari Pertama Kerja dan Halal Bihalal usai Idulfitri 1447 H/2026 M, di halaman Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Rabu, 25 Maret 2026.
Aaf pun menuturkan belum melihat semangat baru yang optimal dari para pegawai pada hari pertama masuk kerja.
“Pada hari pertama kerja ini harusnya kita kembali dengan semangat baru. Tapi saya belum melihat wajah-wajah penuh energi. Mungkin masih lelah setelah halal bihalal atau belum sarapan, bisa jadi banyak faktor. Namun yang jelas, kita dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan di tahun ini,” ujarnya.
Aaf menekankan, tantangan yang dihadapi Pemkot Pekalongan tidak ringan. Salah satunya adalah persoalan darurat sampah yang sempat terjadi pada 2025 dan berdampak luas bagi masyarakat. Meski demikian, ia menyebut penanganan sampah saat ini telah menunjukkan progres signifikan mendekati 50 persen.
Menurutnya, ASN harus menjadi teladan dalam perubahan perilaku, khususnya dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Ia mengingatkan bahwa upaya tersebut tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari.
Selain itu, Aaf juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar sekitar Rp194 miliar pada 2025. Kondisi tersebut menuntut ASN untuk bekerja lebih efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Dengan keterbatasan anggaran, kita harus tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kuncinya adalah semangat dan komitmen bersama,” ujarnya.
Memasuki 2026, tantangan lain juga muncul, seperti bencana banjir di awal tahun. Di sisi lain, menjelang tradisi Syawalan, Pemkot kembali mengantisipasi maraknya balon udara liar yang kerap disertai petasan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Sebagai solusi, pemerintah menghadirkan Festival Balon Udara Tambat agar tradisi tetap berjalan secara aman dan terkendali.
“Kita ingin tradisi tetap berjalan, tetapi dengan cara yang aman. Festival balon udara tambat ini menjadi solusi untuk menekan balon udara liar yang berbahaya,” tegasnya.
Aaf pun mengajak seluruh ASN menjadi garda terdepan dalam edukasi masyarakat, termasuk mencegah penerbangan balon udara liar dan penggunaan petasan. Ia berharap momentum pasca Lebaran menjadi awal kebangkitan semangat kerja ASN untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Mari kita mulai dengan semangat baru, komitmen baru, dan tindakan nyata. ASN harus hadir sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















