KUDUS, Beritajateng.id – Bupati Sam’ani Intakoris meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membagikan lokasi secara real time saat sistem kerja Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah diterapkan.
Permintaan itu menurutnya untuk memastikan ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tidak meninggalkan tanggung jawabnya saat kerja secara WFH. Bupati Sam’ani pun meminta seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) melakukan monitoring secara berkala.
“Kami akan monitoring, jangan sampai WFH dianggap libur. Setiap OPD wajib memantau pegawainya melalui share location secara real time. Kemudian juga harus dipastikan bahwa tugas yang diberikan itu bisa selesai,” ujarnya.
Pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk melihat dampak dari adanya WFH di kalangan ASN. Melalui penerapan WFH ini, ia berharap penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bisa tercapai.
“Harapannya, dengan adanya WFH ada dampak positif terhadap penghematan energi dari ASN,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kudus, Tulus Tri Yatmika menambahkan bahwa pemantauan WFH akan dilakukan melalui fitur-fitur yang disediakan.
“Tadi juga ada arahan dari Bupati untuk share location, yang penting titik pentingnya itu WFH bukan libur tapi bekerja. Komunikasi tidak boleh terputus, kalau kantor membutuhkan kehadiran ya harus siap kapan saja,” tegasnya.
Pihaknya pun akan segera menghitung berapa pegawai yang akan ditugaskan dari rumah. Dengan ini, diharapkan tujuan utama kebijakan WFH dalam penghematan BBM dapat tepat sasaran.
“Jangan sampai kualitas pelayanan menurun. Tidak semua akan WFH, ada beberapa pengecualian dan harus tetap bekerja di kantor, seperti pimpinan OPD, Eselon II, Eselon III, lurah hingga camat,” ucapnya.
Selain itu, ia menuturkan sejumlah layanan seperti di bidang kependudukan dan pencatatan sipil, layanan kesehatan, layanan perizinan layanan hingga layanan pendidikan juga akan tetap berjalan normal.
“Jika memang ada ASN yang lalai dengan tugasnya, tentu ada sanksi tersendiri,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















