SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Sosial (Dinsos) buka suara mengenai keluhan warga setempat yang mengaku tidak menerima bantuan sosial (bansos) padahal dalam keadaan miskin.
Kepala Dinsos Salatiga, Riani Isyana Pramasanthi, menjelaskan penyaluran bansos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola secara terpusat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Penentuan desil dilakukan secara nasional oleh BPS berdasarkan indikator sosial ekonomi, bukan oleh daerah atau pendamping PKH,” jelasnya, Senin, 27 April 2026.
Ia menegaskan, kondisi warga yang merasa miskin namun tidak menerima bansos bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya data yang belum diperbarui.
Kemudian perubahan kondisi ekonomi seperti kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut, atau situasi darurat menurutnya sering belum tercatat dalam sistem.
Selain itu, terdapat jeda waktu antara pengumpulan dan pengolahan data oleh BPS sehingga data lama masih digunakan sebagai dasar penyaluran bansos.
“Kondisi ini bisa menimbulkan apa yang disebut exclusion error, yaitu warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum masuk dalam kategori penerima,” ujarnya.
Di sisi lain, Riani mengungkap adanya temuan inclusion error, yakni warga yang sebenarnya sudah hidup layak namun masih tercatat sebagai penerima bansos.
Riani menambahkan, keterbatasan indikator statistik juga menjadi salah satu penyebab karena tidak semua kondisi sosial ekonomi bisa tertangkap secara menyeluruh. Untuk itu, pihaknya mendorong masyarakat agar aktif melakukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos atau mengajukan usulan melalui kelurahan dengan pengantar RT/RW.
“Semua usulan akan diverifikasi oleh pendamping PKH di lapangan sebelum diproses lebih lanjut dalam sistem nasional,” terangnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan data yang jujur saat proses pendataan, sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.
“Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pemutakhiran data secara berkala, diharapkan penyaluran bansos ke depan semakin akurat dan mampu menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















