KUDUS, Beritajateng.id – Sebanyak 5.991 warga Kabupaten Kudus terdeteksi sebagai suspek atau diduga terkena Tuberkulosis (TBC). Data ini berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sepanjang Maret 2026.
Kepala DKK Kudus, Abdul Hakam, menuturkan jumlah tersebut melampaui angka target deteksi TBC yang ditetapkan sebanyak 4.281 suspek. Menurutnya tingginya angka tersebut menunjukkan upaya skrining berjalan efektif, sekaligus menjadi peringatan akan potensi penyebaran penyakit di masyarakat.
“Gejala TBC bisa menyerang siapa saja, termasuk usia muda. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Menurut Hakam, masyarakat Kudus tergolong rentan terhadap TBC akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan merokok, pola makan yang kurang sehat, hingga aktivitas harian yang tidak mendukung imunitas tubuh.
Ia juga menyoroti gaya hidup anak muda yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan. Selain itu, kasus TBC di lingkungan padat seperti pondok pesantren di daerah lain turut menjadi bahan kewaspadaan.
“Kami berkaca dari kasus di pondok pesantren, seperti yang terjadi di Purbalingga, sehingga perlu langkah pencegahan sejak dini,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus, Dinas Kesehatan Kudus terus menggencarkan skrining dan pemeriksaan gratis. Program ini selaras dengan target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Di Kudus sudah tersedia layanan rontgen mobile. Jika ada indikasi, langsung kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan, termasuk memanfaatkan alat MTU-C dan kerja sama dengan RSUD Kudus,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















